BNN: Dunia Dibanjiri Narkotika dari Tiga Jaringan Utama

2026-01-12 05:37:00
BNN: Dunia Dibanjiri Narkotika dari Tiga Jaringan Utama
BENGKULU, - Sekretaris Utama Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Tantan Sulistyana, menyebutkan saat ini dunia dibanjiri narkotika yang berasal dari tiga wilayah hingga masuk ke Indonesia.Hal ini dikatakan Tantan Sulistyana saat deklarasi dan pencanangan Desa Bersinar (Bersih Narkoba) di Desa Bukit Peninjauan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, Minggu ."Dunia dibanjiri narkotika dari tiga jaringan utama peredaran narkoba, yakni golden triangle yang berada di utara Indonesia, seperti di Thailand, Myanmar, dan Laos. Lalu, golden crescent (bulan sabit emas) yang terdiri dari Afganistan, Iran, dan Pakistan. Setelah itu, golden peacock yang berada di Amerika Latin," kata Irjen Pol Tantan.Khusus untuk Indonesia, jaringan narkoba berasal dari golden triangle, yakni Thailand, Myanmar, dan Laos.Baca juga: Dua Kurir 225 Kg Ganja yang Ditangkap di Mobil Terios Nekat Beraksi Diupah Rp 50 JutaMenurut data laporan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) tahun 2023, jumlah penyalah guna narkotika di dunia sekitar 296 juta orang atau setara dengan 5,8 persen penduduk dunia yang berusia 15-64 tahun."Bila di Indonesia sekitar 3,3 juta penduduk Indonesia sudah terpapar," ucapnya.Selain itu, ia tambahkan, sebanyak 236 ton metamfetamin disita di Asia Timur dan Asia Tenggara pada tahun 2024, meningkat 24 persen dari tahun 2023.Selain itu, ditemukan terdapat lebih dari 1.300 Zat Psikoaktif Baru di dunia.Sebanyak 99 jenis zat baru itu sudah masuk ke Indonesia."Sebanyak 99 jenis sudah masuk ke Indonesia," tambahnya.Baca juga: 15 Siswa SMP Positif Narkoba, BNN Jatim: Harus Bebaskan Jalan Kunti Surabaya dari Cengkeraman BandarIa menambahkan, sindikat jaringan narkoba menyasar masyarakat tingkat desa, pekerja perkebunan, nelayan, tambang, dan ekonomi lemah."Mereka memanfaatkan masyarakat, bahkan perempuan, sebagai kurir, terutama kelompok ekonomi lemah," jelasnya.Peluncuran Desa Bersinar, kata dia, sebagai fondasi memulai perlawanan melawan peredaran narkoba."Poinnya kunci, kesadaran masyarakat dan komitmen bersama untuk mengolahnya untuk kampanye melawan narkoba," ucapnya.Desa Bersinar, lanjut dia, mencetak agen pemulihan, intervensi berbasis yang dipadukan dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat, potensi desa terhadap kelompok rentan, termasuk remaja putus sekolah."Di Bengkulu masih ada lima kawasan rawan narkoba yang harus ditekan dari desa," katanya.Pencanangan Desa Bersinar turut dihadiri Menteri Desa, Yandri Susanto, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, Kapolda Bengkulu, Irjen. Pol. Mardiyono, serta beberapa pejabat tinggi lainnya.


(prf/ega)