MEDAN, - Korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor yang menerjang 19 kabupaten/kota di Sumatera Utara hari ini, Selasa , bertambah lima orang.Seluruh korban meninggal kini menjadi 360 orang."Jumlah korban meninggal 360 jiwa, 79 hilang, terluka 2.284 jiwa, dan 21.580 mengungsi," ujar Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sumut, Porman Mahulae, mengutip data dari BPBD Sumut.Porman mengatakan, data tambahan lima orang meninggal ditemukan di Tapanuli Tengah.Tercatat hingga saat ini total ada 127 orang meninggal di sana. Kemudian, hilang 45 orang, dan luka-luka 26 orang.Baca juga: Menteri LH Sebut Faktor Kultur dan Budaya Picu Deforestasi dan Bencana di SumateraSementara itu, di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), korban meninggal 86 orang, 30 orang hilang, dan 2.189 orang luka-luka.Kemudian, di Kota Sibolga, korban meninggal 54 orang, 1 orang hilang, dan 61 orang terluka.Saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian korban yang masih hilang.Selain 3 daerah tersebut, banjir dan longsor juga menerjang 16 kabupaten/kota di Sumut lainnya, meliputi Kabupaten Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Mandailing Natal, Langkat, Deli Serdang, Nias, Serdang Bedagai, Asahan, Batubara, Nias Utara, dan Nias Selatan.Kemudian, daerah lainnya adalah Kota Padang Sidempuan, Medan, Binjai, dan Tebing Tinggi.Baca juga: Soal Status Bencana Nasional, Bobby: Helikopter-Jembatan dari Mana? Pusat, Bantuan Sudah Luar BiasaGubernur Sumut Bobby Nasution mengakui bahwa percepatan pencarian korban hilang saat ini masih terkendala sulitnya akses alat berat menuju sejumlah daerah terisolasi.Meski demikian, ia memastikan proses pencarian tetap dilakukan."Ya itu tadi ada daerah terisolasi yang alat berat belum masuk, tetapi personel sudah. Tentunya personel tetap melakukan pencarian," kata Bobby saat ditemui di Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Senin .Menurut Bobby, keterbatasan peralatan berdampak langsung pada lamanya proses pencarian korban di lapangan."Tapi kan keterbatasan ada. Misalnya kalau personel saja, butuh lima hari. Tapi, kalau alat berat masuk, mungkin hanya butuh waktu dua hari," tambahnya.Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus berupaya membuka akses menuju wilayah terisolir agar alat berat dapat masuk membantu proses evakuasi."Ini kemarin dari pemerintah pusat ada tujuh alat berat tambahan. Masih dikirim ke Tapteng karena di sana tinggal yang terisolir," ujar Bobby.
(prf/ega)
Korban Banjir dan Longsor di Sumut Bertambah, Total Meninggal 360 Orang
2026-01-12 04:58:07
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:02
| 2026-01-12 04:57
| 2026-01-12 04:33
| 2026-01-12 03:36










































