Sepanjang 2025, Ada 50 Miliarder Baru karena AI, Ini Daftarnya

2026-01-11 04:09:04
Sepanjang 2025, Ada 50 Miliarder Baru karena AI, Ini Daftarnya
- Tahun 2025 ini menandai titik balik penting bagi industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).Seiring meluasnya adopsi teknologi ini dalam berbagai aspek kehidupan, sektor AI tampil sebagai mesin pencetak kekayaan yang melahirkan lebih dari 50 miliarder baru hanya dalam satu tahun.Menurut laporan Forbes, Kamis , para pendiri, eksekutif, dan investor yang membangun model AI, infrastruktur pendukung, hingga aplikasi berbasis kecerdasan buatan menikmati lonjakan valuasi bisnis yang luar biasa.Awal tahun ditandai dengan meningkatnya tensi persaingan global.Pada Januari, startup asal China DeepSeek mengejutkan pasar global setelah merilis model AI sumber terbuka yang diklaim membutuhkan daya komputasi jauh lebih efisien dibandingkan raksasa AI Amerika Serikat.Baca juga: Gaji Numpang Lewat Terus? Ini Cara Atur Uang Pakai Prompt AI Anti-BoncosTerobosan ini langsung memicu gejolak pasar sekaligus mengubah peta persaingan industri kecerdasan buatan.Selain itu juga mendongkrak nilai perusahaan dan mengantarkan pendirinya, Liang Wenfeng, ke jajaran miliarder dengan estimasi kekayaan mencapai 11,5 miliar dolar AS (sekitar Rp 193 triliun).Lonjakan serupa terjadi di Amerika Serikat. Anthropic, pengembang model AI Claude, mengawali tahun dengan pendanaan 3,5 miliar dolar AS (sekitar Rp 58,7 triliun) yang menilai perusahaan tersebut sebesar 61,5 miliar dolar AS (sekitar Rp 1.032 triliun).Pendanaan lanjutan sepanjang tahun membuat total investasi yang masuk melonjak hingga 16,5 miliar dolar AS (sekitar Rp 277 triliun), sementara valuasinya meroket menjadi 183 miliar dolar AS (sekitar Rp 3.071 triliun) pada September.Tujuh pendiri Anthropic pun resmi masuk klub miliarder. Fenomena ini mencerminkan derasnya arus modal ke sektor AI.Sepanjang 2025, investor global menanamkan lebih dari 200 miliar dolar AS (sekitar Rp 3.357 triliun) ke industri kecerdasan buatan.Startup AI menyerap sekitar separuh dari total pendanaan modal ventura dunia, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data Crunchbase.Baca juga: Penderita Skoliosis Merapat, Ini Prompt AI untuk Bikin Workout Plan yang AmanDOK. SHUTTERSTOCK Ilustrasi AITidak hanya menggalang dana, perusahaan AI juga menggelontorkan investasi besar untuk membangun infrastruktur.Pada Januari, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan proyek pusat data raksasa bernama Stargate, hasil kolaborasi OpenAI, SoftBank, dan Oracle, dengan nilai investasi mencapai 500 miliar dolar AS (sekitar Rp 8.392 triliun).


(prf/ega)