Longsor Pandanarum Banjarnegara: 30 Rumah Terdampak dan 45 Warga Belum Bisa Dievakuasi

2026-01-12 03:20:32
Longsor Pandanarum Banjarnegara: 30 Rumah Terdampak dan 45 Warga Belum Bisa Dievakuasi
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sebanyak 45 jiwa masih terisolasi akibat longsor yang melanda Desa Situkung, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Sabtu .Peristiwa ini dipicu hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut dan menyebabkan tebing runtuh, menimpa area perkebunan, persawahan, hingga mengancam permukiman warga.Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa puluhan warga tersebut masih dalam proses evakuasi.Baca juga: Longsor di Pandanarum Banjarnegara, 45 Orang Terisolasi, 660 Jiwa Mengungsi"Longsor dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut, menyebabkan tebing runtuh, menimpa area perkebunan serta persawahan warga, dan mengancam pemukiman di sekitarnya," kata Abdul dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu dikutip dari Antara.Sementara itu, sebanyak 286 KK atau 660 jiwa telah mengungsi ke Kantor Kecamatan Pandanarum guna menghindari potensi longsor susulan.Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Banjarnegara, satu warga bernama Klewih (40) ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan mengalami luka fraktur. Setelah dievakuasi dan mendapat penanganan di Puskesmas, kondisi Klewih berangsur membaik.Selain Klewih, dua warga lainnya mengalami luka-luka dan telah dirujuk ke RSUD BNA serta Puskesmas Pandanarum. Dengan demikian, total tiga orang mengalami luka-luka akibat kejadian ini.Baca juga: Update Tanah Longsor di Banjarnegara: 660 Warga Mengungsi, Waspada Risiko SusulanLongsor tersebut juga menimbulkan kerusakan material yang cukup signifikan. Sekitar 30 unit rumah dilaporkan rusak, sementara lahan perkebunan dan persawahan warga ikut terdampak.Pendataan lanjutan masih dilakukan untuk memastikan cakupan wilayah terdampak serta kemungkinan adanya kerusakan tambahan.BPBD Banjarnegara bersama berbagai unsur terkait telah mendirikan pos lapangan, dapur umum, dan tenda pengungsian di area Kantor Kecamatan Pandanarum untuk mendukung kebutuhan warga terdampak.Baca juga: Cibeunying Masih Rawan Longsor, Taj Yasin Ingatkan Warga Tak Lihat Pengangkatan Korban dari TebingMenurut Abdul Muhari, sejumlah kebutuhan mendesak telah diidentifikasi untuk mendukung penanganan darurat."Kebutuhan mendesak yang telah diidentifikasi meliputi posko lapangan, ATK, laptop, printer, banner, logistik permakanan, matras, selimut, air mineral, hygiene kit, dan family kit," ujarnya.Selain itu, kebutuhan untuk mendukung proses evakuasi dan pemulihan dini juga terus dipetakan, mengingat sebagian wilayah masih berpotensi mengalami longsor susulan.Pemerintah Kabupaten Banjarnegara sebelumnya telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Tanah Longsor, Angin Kencang, Cuaca Ekstrem, dan Banjir, yang berlaku sejak 28 Oktober 2025 hingga 31 Mei 2026. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Bupati Banjarnegara Nomor 300.2/871/TAHUN 2025.Baca juga: Ahmad Luthfi Minta Cilacap Siapkan Lahan 3,5 hektare untuk Relokasi Korban Longsor Cibeunying


(prf/ega)