Terlalu Banyak Kopi Bisa Melemahkan Tulang pada Perempuan Lanjut Usia

2026-01-12 07:50:48
Terlalu Banyak Kopi Bisa Melemahkan Tulang pada Perempuan Lanjut Usia
- Pilihan minuman sehari-hari ternyata bukan sekadar soal selera. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa apa yang kita minum—khususnya kopi dan teh—dapat memberikan dampak halus namun terukur pada kesehatan tulang, terutama pada perempuan usia lanjut. Meski efeknya tidak dramatis, dalam jangka panjang temuan ini dinilai relevan bagi pencegahan osteoporosis.Sebuah studi besar yang berlangsung selama 10 tahun dan melibatkan hampir 10.000 perempuan berusia 65 tahun ke atas mengungkap bahwa konsumsi teh dan kopi memiliki kaitan berbeda dengan kepadatan mineral tulang (bone mineral density/BMD). Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti dari Flinders University, Australia, dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nutrients.Baca juga: Minuman Termahal di Dunia, Kopi Luwak Ternyata Berbeda Secara KimiawiOsteoporosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius. Data global menunjukkan bahwa sekitar satu dari tiga perempuan berusia di atas 50 tahun mengalami osteoporosis, kondisi yang meningkatkan risiko patah tulang dan berdampak besar pada kualitas hidup.Karena kopi dan teh merupakan dua minuman paling banyak dikonsumsi di dunia, para peneliti tertarik untuk mengetahui apakah kebiasaan minum ini berkontribusi pada perubahan kesehatan tulang. Sayangnya, studi jangka panjang dengan data rinci sebelumnya masih terbatas dan sering menunjukkan hasil yang tidak konsisten.Baca juga: Mengapa Minum Kopi Pagi Hari Bisa Membuat Kita Lebih Bahagia?Untuk menjawab pertanyaan tersebut, peneliti menganalisis data dari Study of Osteoporotic Fractures, sebuah studi besar yang telah lama memantau kesehatan tulang perempuan lansia.Selama satu dekade, para peserta secara rutin melaporkan konsumsi kopi dan teh mereka. Di saat yang sama, peneliti melakukan pengukuran kepadatan mineral tulang menggunakan teknologi pencitraan canggih, terutama di area pinggul (total hip) dan leher femur, dua lokasi yang sangat berkaitan dengan risiko patah tulang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang rutin minum teh memiliki kepadatan mineral tulang pinggul yang sedikit lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak minum teh sama sekali. Perbedaannya memang tergolong kecil, namun secara statistik signifikan.“Bahkan peningkatan kecil pada kepadatan tulang dapat berarti lebih sedikit kasus patah tulang jika diterapkan pada populasi yang besar,” ujar Adjunct Associate Professor Enwu Liu dari College of Medicine and Public Health, Flinders University.Menariknya, manfaat teh ini tampak lebih jelas pada perempuan dengan obesitas, kelompok yang biasanya memiliki risiko kesehatan tambahan.Baca juga: Manfaat Minum Kopi untuk Kesehatan Perempuan Berbeda dengan teh, kopi menunjukkan gambaran yang lebih kompleks. Secara umum, konsumsi kopi dalam jumlah sedang—sekitar dua hingga tiga cangkir per hari—tidak menunjukkan dampak negatif yang berarti pada kesehatan tulang.Namun, konsumsi lebih dari lima cangkir kopi per hari dikaitkan dengan kepadatan tulang yang lebih rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa konsumsi kopi berlebihan berpotensi merugikan kesehatan tulang.Efek negatif kopi juga terlihat lebih kuat pada perempuan dengan riwayat konsumsi alkohol seumur hidup yang tinggi. Sebaliknya, teh justru menunjukkan efek yang relatif lebih menguntungkan pada kelompok tertentu.Baca juga: Menyibak Mitos Seputar Kopi: Apa Kata Sains?Menurut Ryan Liu, salah satu penulis studi, teh mengandung senyawa bernama katekin yang diduga berperan dalam merangsang pembentukan tulang dan memperlambat proses penguraian tulang.“Katekin yang banyak terdapat dalam teh dapat mendukung pembentukan tulang dan memperlambat kerusakan tulang,” jelas Ryan Liu.Sementara itu, kafein dalam kopi, berdasarkan studi laboratorium sebelumnya, diketahui dapat sedikit mengganggu penyerapan kalsium dan metabolisme tulang.


(prf/ega)