Ini Tiga Sektor yang Dibidik Purbaya Jadi Fondasi Mesin Pertumbuhan Baru Ekonomi RI

2026-01-12 05:31:59
Ini Tiga Sektor yang Dibidik Purbaya Jadi Fondasi Mesin Pertumbuhan Baru Ekonomi RI
JAKARTA, - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan tiga sektor utama yang ingin ia dorong sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi nasional, yakni manufaktur, energi, dan sektor berbasis pertanian.Ia menegaskan bahwa ketiganya menjadi fondasi utama pembangunan ekonomi agar lebih hidup.Purbaya menilai sektor manufaktur tetap menjadi tulang punggung penting."Manufaktur, apalagi ada pertanian di situ, manufaktur nggak semuanya, sama energi," ujar Purbaya dalam acara KompasTV Bisnis Economic Outlook 2026 dengan tema "Nyalakan Mesin Pertumbuhan Baru" di Menara Kompas, Jakarta, Selasa .Baca juga: BRIN Tawarkan Alat Deteksi Barang Ilegal ke Menkeu Purbaya, Rp 700 Juta, Lebih Murah dari ImporNamun, ia menegaskan tidak semua subsektor manufaktur akan diperlakukan sama, melainkan disesuaikan dengan keunggulan dan kesiapan masing-masing.Selain manufaktur, sektor energi juga menjadi perhatian utama.Menurut Purbaya, ketersediaan energi yang kuat dan efisien merupakan fondasi bagi seluruh aktivitas ekonomi.Ia menekankan, jika fondasi ekonomi kuat, efek berantainya akan muncul secara otomatis.Ketika ekonomi membaik, daya beli masyarakat meningkat, sektor pariwisata bergerak, dan aktivitas konsumsi kembali hidup.Kondisi tersebut juga menciptakan stabilitas sosial dan politik, yang pada akhirnya membuat investor dan wisatawan asing lebih percaya untuk datang ke Indonesia.Purbaya menyebut, perbaikan ekonomi domestik juga berdampak langsung pada penerimaan negara.Peningkatan aktivitas usaha akan memperbesar basis pajak, sehingga pemerintah memiliki ruang fiskal lebih luas untuk kembali membiayai pembangunan, termasuk mengembangkan sektor pariwisata dan infrastruktur pendukung lainnya.Dalam mendorong ketiga sektor tersebut, Purbaya mengaku tidak memilih pendekatan yang terlalu selektif sejak awal.Ia lebih memilih menciptakan iklim ekonomi yang sehat melalui kebijakan fiskal dan moneter yang berjalan seiring, serta memperbaiki berbagai distorsi dan hambatan struktural.Sektor yang siap dan kompetitif, menurutnya, akan tumbuh dengan sendirinya.Ia menegaskan, pemerintah akan memberikan insentif secara terukur hanya jika benar-benar diperlukan, dengan tujuan memastikan mesin pertumbuhan ekonomi nasional bisa kembali bekerja optimal. "Sebenarnya utamanya saya adalah fiskal, moneter, jalan semua, dan saya perbaiki iklim investasi. Nanti sektor yang tumbuh duluan, tergantung keunggulan masing-masing," tandasnya.Baca juga: Purbaya Akui Target Pajak 2025 Tak Tercapai, Defisit Melebar?


(prf/ega)