JAKARTA, - Gempa bumi dahsyat yang mengguncang Kabupaten Cianjur pada 2022 lalu, menyisakan luka mendalam bagi warga yang terdampak.Di tengah kepanikan dan kerusakan rumah-rumah warga, muncul semangat gotong royong dari berbagai daerah.Salah satunya datang Eva, warga asal Bandung yang ikut turun langsung sebagai relawan kemanusiaan membantu para penyintas gempa di Cianjur.Dari pengalaman tersebut, ada satu hal yang paling membekas di benaknya, banyak korban kehilangan dokumen penting, seperti sertifikat tanah dan surat nikah karena rumah mereka runtuh.Baca juga: Di Depan Para Bankir, Nusron Jamin Sertifikat Elektronik Anti Pemalsuan“Saya lihat sendiri ada bapak-bapak yang nekat masuk ke reruntuhan rumahnya untuk mengambil sertipikat. Saya bilang, ‘Pak, jangan! Nyawa lebih penting.’ Tapi mereka tetap ingin menyelamatkan berkasnya karena takut tanahnya jadi bermasalah nanti,” tutur Eva dikutip dari laman Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sabtu .Dari pengalaman itulah Eva tersadar betapa pentingnya menjaga keamanan dokumen pertanahan, terutama dari risiko bencana alam yang tidak bisa diprediksi.Setelah kembali ke Bandung, Eva pun berinisiatif mengurus alih media sertifikat tanahnya menjadi elektronik di Kantor Pertanahan setempat.“Dulu saya pernah kebanjiran, untung sertifikat saya simpan di tempat tinggi. Tapi setelah lihat di Cianjur, saya tidak mau ambil risiko lagi. Makanya, saya ubah ke Sertifikat Elektronik, biar datanya aman dan tersimpan di sistem BPN,” ujar Eva.Baca juga: Cara Membuat Sertifikat Tanah Elektronik, Syarat hingga BiayanyaSelain menjaga keamanan dokumen, alasan lain dia mengurus alih media adalah untuk memudahkan proses waris dan pembagian aset keluarga.“Mumpung orang tua masih ada, saya urus sekarang. Kalau nanti sudah waris, tanda tangan dan prosesnya bisa lebih rumit,” lanjut Eva.Sertifikat Elektronik merupakan langkah transformasi digital layanan pertanahan yang dilakukan Kementerian ATR/BPN.Dalam Sertifikat Elektronik, data kepemilikan tanah disimpan secara digital dan terlindungi sehingga tidak rentan hilang, rusak, atau dimanipulasi.Dengan semangat yang sama seperti saat menjadi relawan, Eva kini ikut mendorong keluarga dan tetangganya untuk beralih ke Sertipikat Elektronik.“Saya sering bilang ke tetangga, jangan tunggu nanti. Urus sekarang, biar aman. Kalau bencana datang, setidaknya kita tidak kehilangan segalanya,” katanya menutup perbincangan.
(prf/ega)
Cerita Eva, Relawan Gempa Cianjur Beralih ke Sertifikat Elektronik
2026-01-12 06:39:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:54
| 2026-01-12 05:05
| 2026-01-12 04:44










































