Penembak Bondi Beach Diduga Terkait ISIS, Sempat Diawasi Intel 2019

2026-01-11 23:16:52
Penembak Bondi Beach Diduga Terkait ISIS, Sempat Diawasi Intel 2019
SYDNEY, - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Selasa menyebut dua pelaku penembakan Bondi Beach, Sydney, diduga terdorong oleh ideologi teroris ISIS.Dalam insiden pada Minggu malam itu, Sajid Akram (50) dan putranya, Naveed Akram (24), menembaki kerumunan yang sedang merayakan festival Yahudi Hanukkah.Sedikitnya 15 orang tewas dalam serangan itu, yang oleh pihak berwenang digambarkan sebagai aksi terorisme anti-Semit.Baca juga: Pahlawan Bondi Beach Berisiko Kehilangan Lengan Kirinya, tapi Mengaku Tak Menyesal“Hingga kini, tampaknya aksi ini dimotivasi oleh ideologi ISIS,” kata Albanese, dikutip dari kantor berita AFP.“Ideologi ini berkembang selama lebih dari satu dekade, dan dalam kasus ini menjadi dasar dari kebencian yang berujung pada tindakan pembunuhan massal,” ujarnya menambahkan.Pernyataan Albanese menjadi salah satu petunjuk pertama terkait kemungkinan motif lebih dalam dari serangan ini, ketika otoritas belum merinci faktor-faktor radikalisasi yang terlibat.Albanese juga mengungkapkan, Naveed sempat masuk radar badan intelijen Australia sejak 2019.“Ia menjadi perhatian karena berhubungan dengan dua orang yang kemudian didakwa dan dipenjara. Namun, saat itu ia belum dianggap sebagai ancaman langsung,” jelasnya.Dalam penembakan Bondi yang berlangsung sekitar sepuluh menit, Sajid Akram tewas di tempat setelah ditembak polisi. Ia menggunakan senjata laras panjang saat melancarkan serangan.Sementara itu, Naveed ditangkap dalam kondisi kritis dan kini koma di rumah sakit, di bawah pengawasan ketat pihak kepolisian.Baca juga: Inilah Sosok Ayah-Anak Pelaku Penembakan Bondi Beach, Pamitnya Pergi MancingX @Rebel_Warriors Naveed Akram, salah satu pelaku penembakan Bondi Beach dalam acara Hanukkah di Sydney, Australia, Minggu .Menurut keterangan resmi pihak berwenang pada Senin yang dikutip New York Post, para pelaku memiliki enam senjata api yang seluruhnya terdaftar secara legal.Australia memiliki regulasi senjata yang sangat ketat sejak tragedi Port Arthur pada 1996.Peraturan terkini melarang senapan semi-otomatis, dan proses pendaftaran serta pembelian senjata api diawasi secara ketat oleh otoritas.Naveed sempat bekerja sebagai tukang batu, tetapi diberhentikan sekitar dua bulan lalu setelah perusahaan tempatnya bekerja bangkrut.Meski memiliki banyak teman saat bersekolah di SMA, ibunya menyebut dia tidak terlalu aktif secara sosial maupun daring.


(prf/ega)