Gus Yahya Sebut Ada yang Takut Kehilangan Privilege di PBNU

2026-01-12 07:19:26
Gus Yahya Sebut Ada yang Takut Kehilangan Privilege di PBNU
JAKARTA, - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyinggung ada sejumlah pihak yang merasa terancam kehilangan hak istimewa atau privilege ketika NU bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.Yahya mengatakan, transformasi dibutuhkan oleh NU untuk menjawab perubahan zaman yang ada dan perubahan ini terkadang diikuti dengan restrukturisasi di PBNU.“Nah, ketika kita bangun konstruksi baru, memang biasanya ada yang pertama kemudian merasa terancam privilege-nya karena tidak masuk dalam konstruksi baru ini, ada yang malah ketinggalan sama sekali,” ujar Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa .Baca juga: Gus Yahya Sebut Rapat Pleno Pilih Pj Ketum PBNU Tidak SahIa mengatakan, hak istimewa pengurus NU bisa berubah sesuai pergantian zaman.Misalnya, dari zaman Orde Baru (Orba) ke Reformasi, tentu akan ada perubahan.Yang dulunya dianggap penting di masa Orba, mungkin sudah dianggap biasa saja ketika masuk masa Reformasi.Yahya menilai, perubahan nilai itu yang kini sedang dialami NU.“Ada yang privilege tadinya di masa yang lalu privilege-nya tuh bernilai tinggi, tapi kemudian di dalam konstruksi baru menjadi relatif berkurang, ya seperti sekarang ini, sebetulnya sudah bertransformasi kita ini secara alami,” kata dia.Baca juga: Respons Gus Ipul soal Rapat Pleno Penetapan Pj Ketum PBNU Pengganti Gus YahyaYahya mencontohkan penggunaan panggilan ‘gus’ yang maknanya sangat penting.Namun, saat ini, semua orang bisa dipanggil ‘gus’.“Gus itu, dulu itu privilege yang luar biasa, apalagi gus besar seperti saya ini. Tapi, sekarang gus itu, ya semuanya gus, sehingga gus itu tidak punya leverage yang setinggi dulu,” katanya.Yahya kembali menyinggung soal ada sejumlah pihak yang kini merasa posisinya terancam ketika NU sedang bertransformasi.“Ketika kita membangun konstruksi baru, ada yang khawatir privilege atau currency lamanya tidak laku lagi di dalam dunia yang baru,” imbuh Yahya.Baca juga: Gus Yahya Berkali-kali Coba Bertemu Rais Aam PBNU, Belum Ada yang DigubrisSelama diskusi, Yahya tidak menyinggung secara jelas siapa pihak yang dimaksud.Saat dicegat awak media seusai acara, Yahya sempat menjelaskan sedikit soal pihak-pihak yang merasa terancam ini, meski tidak menyebutkan nama atau kubu tertentu.


(prf/ega)