- Pada 1 Maret 2013 menjadi titik awal hidup Afrilian berubah. Diagnosis dokter mengatakan Afrilian menderita penyakit langka Mielitis transvera.Sebuah kondisi yang menyerang sistem saraf dan membuat tubuh bagian bawahnya mati rasa akibat autoimun. Sejak saat itu, dirinya harus bergerak dengan bantuan kursi roda.Saat vonis itu datang, dirinya sedang menikmati masa-masa akhir kuliahnya di Universitas Sriwijaya (Unsri).Ia mengisi hari-harinya seperti biasa. Kuliah, nongkrong bersama teman, sesekali badminton dan berenang. Namun di suatu pagi, tiba-tiba ia terbangun tanpa bisa menggerakkan kakinya.“Pada saat itu saya langsung dirawat di rumah sakit dan dirawat cukup lama, sekitar satu bulan. Setelah pengecekan berbagai macam, dokter belum bisa menyimpulkan penyakit saya ini”, jelas pemuda yang akrab disapa Afri itu.Baca juga: LPDP Sediakan Jalur Khusus bagi Penyandang Disabilitas, Cek DetailnyaAtas anjuran saudaranya, Afri dipindah ke salah satu rumah sakit di Bogor untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik.“Semenjak saya enggak bisa jalan, jujur ada rasa minder untuk ketemu orang”, terangnya.Pemulihan selama berbulan-bulan yang harus ia jalani membuatnya tertinggal dengan teman satu angkatannya dalam penyelesaian studi S1.Dukungan dari keluarga menjadi pendorong utamanya untuk terus melanjutkan hidup. Tekadnya untuk menuntaskan studi berkelindan dengan proses berdamai dan menerima keadaan diri sebagai seorang disabilitas.Meski tak mudah, ia berhasil menyelesaikan studinya di Sistem Informasi tepat di tahun ketujuh.Lepas diwisuda, Afri sempat merintis bisnisnya sendiri. Dasar ilmu artificial intelligence dan robotik diaplikasikan dalam mesin 3D printer.Baca juga: 10 Jurusan STEM Adjacent, Acuan untuk Orang IPS yang Akan Daftar LPDP 2026Usai satu setengah tahun menekuninya, pihak keluarga menyarankan utnuk mengikuti seleksi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) di Kementerian Pertanian.Hasilnya, ia berhasil lolos dan ditugaskan memperkuat tim IT di Balai Perpustakaan dan Literasi Pertanian/Pustaka Kementerian Pertanian.Sebuah perpustakaan pertanian tertua dan terbesar di Indonesia, rumah bagi pengetahuan agraris bangsa Indonesia sejak zaman kolonial.https://lpdp.kemenkeu.go.id/beasiswa/pendaftaran-beasiswa/ Tangkapan layar laman resmi pendaftaran beasiswa LPDP 2025Pustaka Kementerian Pertanian menjadi ruang baginya untuk belajar menerima diri. Support dari atasannya perlahan membangkitkan kepercayaan dirinya yang sempat runtuh.
(prf/ega)
Kisah Afrilian, ASN yang Raih Beasiswa LPDP Disabilitas ke Amerika
2026-01-12 08:55:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 09:17
| 2026-01-12 08:32
| 2026-01-12 07:37
| 2026-01-12 07:03










































