Perusahaan Milik Prajogo Pangestu Bedah Rumah Tak Layak Huni di Subang

2026-01-12 22:40:31
Perusahaan Milik Prajogo Pangestu Bedah Rumah Tak Layak Huni di Subang
JAKARTA, - Pertumbuhan kawasan industri di Indonesia seringkali dihadapkan pada dilema klasik, bagaimana memastikan kemajuan ekonomi berskala besar namun tidak meninggalkan masyarakat di sekitarnya dalam keterbatasan.Dengan bangkitnya potensi manufaktur dan logistik otomotif, PT Griya Idola dan PT Wahana Mitra Semesta melalui proyek raksasa mereka, Patimban Industrial Estate (PIE), menawarkan solusi jangka panjang yakni perbaikan fundamental kualitas hidup yang dimulai dari rumah.Pada Rabu, 3 Desember 2025, PIE resmi meluncurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) di Subang, Jawa Barat.Baca juga: Ini Syarat Bisa Dapat Bantuan Bedah Rumah dari PemerintahProgram kali ini difokuskan pada dua kegiatan vital bedah rumah tak layak huni, dan perbaikan jalan akses warga setempat.Direktur Utama PT Griya Idola, Hengky Sidartawan, menegaskan, pertumbuhan kawasan industri seluas 1.200 hektar harus beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.Berbeda dengan bantuan sembako yang mungkin bisa habis dalam hitungan hari, hunianlah yang setiap hari akan melindungi dan menjadi ruang tumbuh bagi setiap keluarga."Dalam jangka panjang, kualitas hidup seseorang akan selalu berkaitan erat dengan kualitas hunian yang mereka tempati,” ujar Hengky.Baca juga: Penerima Bedah Rumah Dapat Bantuan Rp 20 JutaPengalaman Griya Idola sebagai anak perusahaan properti dari Barito Pacific Group milik konglomerat Prajogo Pangestu, dalam mengembangkan beragam portofolio, mulai dari komersial, industri, hotel, hingga residensial, memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya kualitas tempat tinggal.Program bedah rumah PIE difokuskan pada hunian yang membutuhkan perbaikan segera, mencakup renovasi agar rumah menjadi lebih layak, aman, dan sehat bagi keluarga.Selain bedah rumah, perbaikan jalan akses juga menjadi prioritas. Jalan adalah urat nadi kehidupan masyarakat; ia menentukan kecepatan mobilitas warga menuju fasilitas esensial, dan menjadi jalur utama kegiatan ekonomi lokal.Perbaikan jalan ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, memudahkan mobilitas warga setempat, dan mendukung kegiatan ekonomi lokal, termasuk akses barang dan jasa.Baca juga: Cara Mendapatkan Bantuan Bedah Rumah dari PemerintahDalam pelaksanaannya, perusahaan memastikan keterlibatan tenaga kerja lokal, perangkat desa, dan tokoh masyarakat.Upaya ini bukan hanya menjamin kelancaran kegiatan, tetapi juga mempererat hubungan antara kawasan industri dan masyarakat, sekaligus mendukung perkembangan Subang secara berkelanjutan.Konsep keberlanjutan di PIE tidak berhenti pada ranah CSR fisik. PIE juga mengintegrasikan konsep industri ramah lingkungan ke dalam kawasannya sendiri.PIE menerapkan program-program seperti penyediaan Renewable Energy Certificate (REC) dan penggunaan energi berbasis tenaga surya.Baca juga: Tito Minta Pramono Anggarkan Bedah Rumah dalam APBD DKI Jakarta"Ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan menuju operasional yang lebih efisien dan mengurangi jejak emisi," imbuh Hengky.PIE diproyeksikan menjadi penggerak utama dalam memperkuat potensi Subang sebagai pusat manufaktur dan logistik otomotif Indonesia.Kawasan seluas 1.200 hektar ini menawarkan berbagai properti industri, mulai dari kavling, ruko, pergudangan, hingga pusat logistik modern.Lokasinya yang berdampingan dengan Pelabuhan Patimban dan terkoneksi langsung dengan jaringan jalan tol merupakan keunggulan strategis untuk mempercepat proses ekspor-impor, dan menekan biaya logistik.


(prf/ega)