52 Kabupaten di Sumatera Butuh Transportasi Perintis Pasca Banjir

2026-02-02 08:08:39
52 Kabupaten di Sumatera Butuh Transportasi Perintis Pasca Banjir
JAKARTA, - Sebanyak 52 kabupaten di Pulau Sumatera yang terdampak banjir hingga saat ini masih belum pulih, terutama dari sisi transportasi.Oleh karena itu, mobilitas masyarakat di daerah terdampak bencana masih sulit.Djoko Setijowarno, pengamat transportasi dan Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah MTI, sebelumnya sempat memberikan opini bahwa angkutan perintis bisa menjadi solusi vital dalam pemulihan daerah yang terdampak bencana di Sumatera."Untuk mendukung 52 pemerintah daerah di Sumatera yang terdampak bencana alam, diperlukan segera alokasi APBN untuk layanan transportasi perintis (orang dan barang). Layanan ini harus tersedia mulai dari fase darurat, transisi, hingga pemulihan," katanya, dikutip dari keterangan resmi, Senin .Baca juga: ETLE Diperkuat, Korlantas Targetkan 1.000 Kamera Baru pada 2026Redaksi Kompas.com mencoba menghubungi langsung akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata tersebut.Menurutnya, transportasi perintis memiliki peran sentral dalam pemulihan, sebab mampu menjangkau desa-desa atau wilayah terpencil yang jalur utamanya terputus, terutama akibat kerusakan jembatan dan jalan yang parah.DOK. DAMRI Angkutan Perintis DAMRI di Kabupaten NabireNamun, sebelum itu, akses jalan dan jembatan menjadi prioritas utama untuk diselesaikan terlebih dahulu.Baca juga: Supercar Baru Toyota GR GT dan GR GT3, Top Speed 320 Kpj"Transportasi perintis ini beroperasi setelah jaringan jalan dan jembatan terhubung, sementara ekonomi belum membaik, sehingga diperlukan transportasi perintis sampai ekonomi mereka pulih di 52 pemda. Oleh sebab itu, mulai sekarang perlu direncanakan dan mendapat alokasi anggaran untuk dampak bencana alam," katanya kepada Kompas.com, Selasa .Selain itu, menurutnya, untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat di 52 daerah terdampak, perlu dipertimbangkan penyediaan layanan angkutan gratis bagi warga.Layanan ini mencakup Angkutan Perkotaan, Angkutan Pedesaan, dan Angkutan Antar Kota.Penyediaan angkutan umum gratis akan memulihkan mobilitas warga untuk kembali bekerja, bersekolah, mengakses pasar, dan mengangkut hasil bumi tanpa terbebani biaya transportasi, sehingga mempercepat pemulihan ekonomi lokal.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-02-02 06:32