7 Fakta Kecelakaan Bus PO Cahaya Trans: Sopir Cadangan hingga Bus Tak Laik Jalan

2026-01-16 07:21:06
7 Fakta Kecelakaan Bus PO Cahaya Trans: Sopir Cadangan hingga Bus Tak Laik Jalan
- Kecelakaan lalu lintas terjadi di simpang susun Exit Tol Krapyak Semarang Jawa Tengah, pada Senin sekitar pukul 00.30 WIB.Sebuah bus PO Cahaya Trans bernomor polisi B 7201 IV yang mengangkut 34 penumpang dari Jatiasih, Jakarta, menuju Yogyakarta, mengalami kecelakaan tunggal.Bus tersebut diduga kehilangan kendali saat melaju dengan kecepatan tinggi, hingga menghantam pembatas jalan dan kemudian terguling.Sebagaimana diberitakan Kompas.com, Senin , Kepala Kantor SAR Semarang Budiono, menyatakan tim gabungan yang terdiri dari SAR, Polri, Jasa Marga, PMI, serta unsur terkait lainnya segera dikerahkan ke lokasi dan berhasil mengevakuasi seluruh korban dari dalam kendaraan.Lantas, apa saja fakta yang telah diketahui terkait kecelakaan bus PO Cahaya Trans dini hari tadi?Baca juga: Kronologi dan Dugaan Penyebab Kecelakaan Bus PO Cahaya Trans di Tol Krapyak SemarangDok. Jasa Marga Kecelakaan fatal bus di Tol KrapyakKecelakaan bus PO Cahaya Trans di Exit Tol Krapyak, Semarang, menyisakan duka mendalam sekaligus berbagai temuan penting di lapangan.Berikut adalah rangkuman fakta-fakta utama yang mengemuka dari insiden maut tersebut:Baca juga: 6 Fakta Kecelakaan Tol Cipularang: 9 Kendaraan Terlibat, 1 Orang Tewas, Dugaan PenyebabKepala Kantor SAR Semarang Budiono menyampaikan bahwa seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans berhasil dievakuasi oleh tim gabungan yang melibatkan unsur SAR, kepolisian, Jasa Marga, PMI, serta instansi terkait lainnya.Dari peristiwa tersebut, 15 penumpang dinyatakan meninggal dunia, sementara 19 orang lainnya mengalami luka-luka.Korban yang selamat segera dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Kota Semarang, di antaranya RS Panti Wilasa, RS Columbia Asia, RSUD dr. Adhyatma, dan RS Tugu Semarang, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.Sementara itu, informasi lanjutan melaporkan bahwa korban meninggal bertambahy menjadi 16 orang.Dikutip dari Kompas.com, Senin , AKBP Christopher Adhikara Lebang, selaku Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jawa Tengah, membenarkan terjadinya kecelakaan tersebut dan menyatakan jumlah korban jiwa mencapai 16 orang.Penanganan perkara kini berada di bawah Polrestabes Semarang, sementara rangkaian peristiwa serta penyebab kecelakaan masih dalam proses pendalaman oleh penyidik.Baca juga: Cerita Satu-satunya Korban Selamat dari Kecelakaan Bus Umrah dari Makkah ke MadinahHingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-16 06:51