Gibran: Angka Stunting Turun Jadi 19,8 Persen di 2024

2026-02-02 20:32:23
Gibran: Angka Stunting Turun Jadi 19,8 Persen di 2024
JAKARTA, - Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming mengungkapkan bahwa angka stunting pada tahun 2024 berhasil turun melampaui proyeksi dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).Gibran menyebut keberhasilan ini akibat arahan Presiden RI Prabowo Subianto."Dan alhamdulillah, ini atas arahan Bapak Presiden, kita berhasil menekan angka prevalensi stunting di 2024 menjadi 19,8 persen, atau turun sebanyak 357.000 anak dibandingkan tahun 2023," kata Gibran dalam Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Penurunan Stunting di Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta, Rabu .Baca juga: Di Depan Wapres Gibran, Menkes RI Ungkap Angka Stunting Turun Selama 10 Tahun TerakhirDari data yang dipaparkan dalam layar tercatat bahwa angka stunting pada 2023 sebesar 21,5 persen.Di 2024, angkanya turun menjadi 19,8 persen, sedangkan proyeksi Bappenas hanya sekitar 20,1 persen."Ini angkanya di bawah atau lebih baik dari proyeksi Pak Bappenas, yaitu 20,1 persen. Penurunan ini juga dibarengi dengan penurunan balita wasting, palita overweight, dan juga anemia pada ibu hamil," ujar Gibran.Baca juga: Bukan Cuma Kolam Lele, Ketua RT di Duren Sawit Juga Bikin “Kolam Gizi” untuk Cegah StuntingMenurut Wapres RI, capaian ini adalah hasil kerja bersama antara petugas di lapangan dengan pemerintah pusat dan daerah."Jadi capaian ini adalah capaian bersama, kerja-kerja kolaboratif, dan sekali lagi dari pusat, daerah, kader-kader posyandu, ibu-ibu PKK, ini saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja keras Bapak-Ibu semua," ucap dia.Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa masih ada tantangan besar ke depan.Pemerintah menargetkan angka stunting bisa turun menjadi 14,2 persen pada 2029.Semua pihak harus bekerja sama untuk mengejar target tersebut."Ke depan tantangannya masih besar Bapak-Ibu semua. Bapak Presiden menargetkan penurunan angka stunting di 2029 menjadi 14,2 persen. Sudah ada 12 provinsi yang prevalensi stuntingnya di bawah nasional," kata Gibran.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-02 18:57