Jakarta - Asia Tenggara memasuki fase baru seiring langkah regulator yang mendorong penyelarasan pengungkapan perusahaan dengan standar global yang ditetapkan International Sustainability Standards Board (ISSB). Upaya ini bertujuan menyatukan kerangka Environmental, Social, dan Governance (ESG) nasional yang sebelumnya terfragmentasi agar informasi keberlanjutan lebih konsisten dan mudah dibandingkan bagi investor. Berdasarkan laporan Reccessary, sepanjang 2025 hingga 2026 sejumlah negara ASEAN, termasuk Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina, tengah merevisi aturan yang berlaku atau memperkenalkan persyaratan baru agar sejalan dengan ISSB. AdvertisementPenyesuaian tersebut membuat perbedaan kualitas tata kelola perusahaan, pengelolaan risiko iklim, dan keandalan data keberlanjutan semakin terlihat di pasar.Mitra dan Kepala ESG di Gobi Partners, Carlo Chen-Delantar, menilai keselarasan standar di kawasan sebagai langkah positif. "Hal itu menghilangkan banyak kebisingan, memungkinkan investor untuk membandingkan perusahaan di seluruh ASEAN. Hal ini membuat modal lintas batas lebih disiplin, dan meningkatkan standar bagi semua orang," ujar Chen-Delantar, dilansir dari www.reccessary.com, Selasa .
(prf/ega)
ASEAN Tingkatkan Standar Pengungkapan Keberlanjutan dengan ISSB, Apa Itu?
2026-01-12 04:42:46
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:22
| 2026-01-12 03:20
| 2026-01-12 03:07
| 2026-01-12 03:05
| 2026-01-12 03:00










































