Satu Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan, Satu Lainnya Masih Dicari

2026-01-12 04:35:56
Satu Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan, Satu Lainnya Masih Dicari
– Satu dari dua pendaki ilegal Gunung Merapi yang sempat dilaporkan hilang berhasil ditemukan dan dievakuasi pada Senin . Sementara itu, satu pendaki lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian oleh petugas.Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Ari Nurwijayanto mengatakan, pendaki yang ditemukan langsung dievakuasi ke Puskesmas Kemalang, Kabupaten Klaten.“Sore tadi alhamdulillah sudah dievakuasi satu orang ke Puskesmas Kemalang, sehingga sudah dua orang yang ditemukan, tinggal satu orang lagi yang belum ditemukan,” ujar Ari kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Senin .Baca juga: Kronologi Insiden Pendakian Ilegal Merapi, 2 Orang Masih DicariAri menjelaskan, pendaki yang berhasil ditemukan tersebut merupakan pendaki yang turun dari Pasar Bubrah melalui jalur Sapuangin.Meski demikian, pihak TNGM menegaskan bahwa seluruh pendaki ilegal tetap akan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.“Untuk sanksi kami tunggu periksa dulu, karena saat ini kami masih fokus pada pencarian satu orang lagi,” tambahnya.Sebelumnya, Balai TNGM melalui unggahan Instagram resmi pada Senin menyampaikan informasi terkait pendakian ilegal yang berujung insiden dan operasi pencarian pendaki.Kejadian tersebut berlangsung pada akhir pekan lalu dan menimbulkan kekhawatiran karena kondisi Gunung Merapi yang masih berbahaya.Baca juga: Libur Nataru, Tarif Paket Jip Wisata Lava Tour Merapi Naik Rp 50.000Pendakian ilegal itu terjadi pada Sabtu, 20 Desember 2025. Tiga orang pendaki diketahui melakukan pendakian tanpa izin melalui jalur Kalitalang, Kabupaten Klaten. Setelah mencapai Pasar Bubrah, ketiganya memutuskan turun melalui jalur Sapuangin.Dalam perjalanan turun, salah satu pendaki mengalami cedera pada bagian kaki. Ia kemudian meminta dua rekannya untuk melanjutkan perjalanan guna mencari bantuan.Namun, karena hari sudah malam, kondisi gelap, serta vegetasi yang rapat, kedua pendaki tersebut memutuskan bertahan di jalur Sapuangin./ANGGARA WIKAN PRASETYA Pasar Bubrah Gunung Merapi tahun 2017.Keesokan harinya, Minggu pagi, kedua pendaki kembali melanjutkan perjalanan turun.Dalam proses tersebut, salah satu pendaki terperosok, meski masih mampu melanjutkan perjalanan, ia kemudian meminta rekannya yang berada di lereng atas untuk melanjutkan perjalanan secara terpisah.Baca juga: 2 Pendaki Asal Yogyakarta Hilang di Gunung Merapi, Pencarian DilakukanPendaki yang terperosok tersebut akhirnya bertemu warga Sapuangin saat berupaya mencari jalan keluar dan mendapatkan pertolongan.Namun hingga Senin , baru satu pendaki yang berhasil turun dengan selamat, sementara dua pendaki lainnya belum diketahui keberadaannya. Operasi pencarian pun terus dilakukan oleh Balai TNGM bersama pihak terkait.Pihak pengelola kawasan kembali menegaskan pentingnya mematuhi aturan dan larangan pendakian Gunung Merapi. Pendakian Gunung Merapi telah ditutup total sejak Mei 2018 akibat peningkatan aktivitas vulkanik dan hingga kini masih belum dibuka kembali.Meski demikian, wisatawan yang ingin merasakan aktivitas alam di kawasan Merapi masih dapat melakukan hiking di sejumlah lokasi wisata, seperti Deles Indah dan Kali Talang.Baca juga: 5 Wisata Hits di Klaten, Ada Deles Indah dan Kali TalangNamun, jalur tersebut tidak mencapai puncak Gunung Merapi dan memiliki batasan tertentu yang wajib dipatuhi pengunjung.Pihak TNGM mengimbau masyarakat untuk tidak nekat melakukan pendakian ilegal demi keselamatan bersama, mengingat status Gunung Merapi sebagai gunung api aktif dengan potensi bahaya yang tinggi.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#3

Angkringan Balap Paseban viral karena keragaman menu dan suasananya yang selalu ramai.Menu andalan berupa nasi kucing dengan pilihan lauk seperti tempe, sambal usus, sambal teri, hingga ayam geprek menjadi favorit pengunjung.Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, berkisar Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per item. Angkringan ini buka mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.Tingginya minat pengunjung membuat antrean kerap terbentuk bahkan sebelum jam buka. Datang lebih awal menjadi strategi utama untuk mendapatkan tempat duduk dan pilihan menu yang masih lengkap.Mangut Lele Mbah Marto menjadi representasi kuliner tradisional Yogyakarta yang bertahan di tengah tren kekinian.Warung ini dikenal dengan konsep pawon atau dapur tradisional yang bisa disaksikan langsung oleh pengunjung.Kompas.com/Silvita Agmasari Mangut lele yang dijual di warung Mbah Marto, Bantul, Yogyakarta.Lele yang digunakan tidak digoreng, melainkan diasap terlebih dahulu dengan tusukan pelepah daun kelapa sebelum dimasak menjadi mangut.Metode pengasapan ini menghasilkan aroma khas dengan cita rasa manis dan gurih yang kuat. Mangut lele disajikan dengan kuah santan pedas yang menjadi ciri khas masakan tradisional Jawa.Baca juga: Itinerary Kulineran Serba Legendaris di Yogyakarta Bujet Rp 150.000Mangut Lele Mbah Marto berlokasi di Jalan Sewon Indah, Ngireng-ireng, Panggungharjo, Sewon, Bantul.Warung ini buka mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB. Harga mangut lele dibanderol sekitar Rp 25.000 per porsi. Karena peminatnya tinggi, pengunjung disarankan datang lebih awal agar tidak kehabisan.Bagi pencinta kuliner pagi, Sate Koyor Yu Ira menjadi tujuan wajib. Warung sederhana ini telah dikenal sejak puluhan tahun lalu dan berlokasi di kawasan Pasar Ngasem, pusat aktivitas warga sejak dini hari.Tribun Jogja/Hamim Thohari Sate koyorMenu andalannya adalah sate koyor, bagian urat sapi yang diolah hingga empuk dan kaya rasa.Harga sate koyor dibanderol mulai Rp 10.000, menjadikannya pilihan terjangkau bagi pengunjung pasar maupun wisatawan.Warung Yu Ira buka mulai pukul 05.00 hingga 15.00 WIB. Waktu paling ramai terjadi pada pagi hari, seiring aktivitas pasar yang padat.Datang sebelum pukul 09.00 WIB menjadi waktu ideal untuk menikmati menu favorit tanpa harus menunggu lama.

| 2026-01-12 04:46