Warga Kemanggisan Masih BAB di Kali, Pramono Minta Wali Kota Turun Tangan

2026-01-12 06:42:54
Warga Kemanggisan Masih BAB di Kali, Pramono Minta Wali Kota Turun Tangan
JAKARTA, — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti kondisi sanitasi yang ada di Gang Kelinci, RT 07 RW 03, Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.Di sana, ternyata sejumlah warga masih terpaksa buang air besar (BAB) langsung ke aliran kali karena tidak memiliki septic tank di rumah. Ia meminta Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto segera turun menindaklanjuti persoalan tersebut.“Saya akan minta ke Pak Wali Kota untuk segera melihat lokasi,” ujar Pramono saat ditemui di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa .Baca juga: Kebiasaan yang Tak Juga Sirna di Gang Kelinci, Warga Masih BAB di KaliSebelumnya, Kompas.com menelusuri kawasan Gang Kelinci pada Senin . Di ujung gang, terdapat jalan setapak kecil yang hanya dapat dilalui pejalan kaki dan mengarah ke area buntu di atas aliran Kali Inspeksi.Di lokasi itulah berdiri sebuah bilik sederhana berbahan kayu dan seng yang dijadikan toilet umum. Bilik tersebut tidak memiliki septic tank maupun sistem pengelolaan limbah.Pada bagian tengah lantainya terdapat lubang berdiameter sekitar 30 sentimeter yang langsung mengarah ke aliran kali. Tidak tersedia sumber air di bilik tersebut, sehingga warga harus membawa air sendiri dalam ember saat hendak menggunakan toilet.Amsor (30), salah satu warga, mengatakan toilet itu menjadi fasilitas andalan bagi warga yang tidak memiliki WC pribadi.“Ya, jadi itu emang toilet umum, buat orang-orang yang enggak punya WC ya di rumah. Soalnya beberapa rumah di sini masih enggak punya WC,” kata Amsor.Menurut dia, minimnya lahan menjadi alasan warga tidak membangun septic tank. Rumah-rumah hanya memiliki kamar mandi sederhana dengan saluran air yang langsung mengarah ke pembuangan.Baca juga: Penampakan Bilik yang Dipakai Warga Gang Kelinci BAB di Kali“Karena pada enggak punya septic tank, akhirnya enggak pada bikin WC. Udah terbiasa dari dulu, dari jaman saya orok (bayi) udah begini makainya WC umum di depan itu,” ujarnya.Amsor mengaku memiliki WC di rumah, tetapi salurannya tetap langsung dibuang ke kali.“Kalau di rumah saya ada WC, tapi sama, enggak ada septic tank juga. Jadi WC langsung aja kita bikinin pipa, ngalirnya langsung buang ke kali,” jelasnya.Ia menambahkan, kondisi ini lazim di kawasan padat seperti Gang Kelinci.“Rata-rata emang pada enggak punya septic tank karena ya lahannya sempit. Maksudnya kalau misal bikin septic tank juga mau ditaruh di mana,” katanya.Amsor memperkirakan sedikitnya lima rumah menggunakan toilet umum tersebut setiap hari. Namun jumlahnya bisa bertambah saat kondisi mendesak.


(prf/ega)