SEMARANG, – Di tengah berbagai program nasional yang terus mengalir hingga ke desa-desa, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hadir sebagai harapan baru bagi masyarakat Tolokan dan Jetak, Kabupaten Semarang.Melalui koperasi ini, warga didorong membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal dengan semangat gotong royong.Sebagai program nasional, KDMP ibarat “benih” yang sedang ditanam.Ada optimisme tentang kehidupan ekonomi desa yang lebih mandiri, namun juga terselip kekhawatiran mengenai kesiapan dan risiko ketergantungan jika tak dikelola matang.Kepala Desa Tolokan, Dwi Wahono, mengatakan bahwa secara administrasi dan struktur, KDMP di desanya telah siap. Namun, operasionalnya belum berjalan.“Program ini kan baru dari Dinas Kabupaten, mungkin masih tergopoh-gopoh. Di Kabupaten Semarang ada hampir 208 desa dan 27 kelurahan. Minggu ini kami juga mengirim delegasi untuk bimbingan teknis kepengurusan,” ujarnya saat ditemui di Balai Desa Tolokan akhir pekan lalu .Baca juga: Mas Dhito Minta 344 KDMP di Kediri Punya Fokus UsahaMeski demikian, Dwi mengakui adanya tantangan dalam menyesuaikan KDMP dengan usaha-usaha masyarakat yang sudah berjalan.“Warga kami sudah hidup dari dagang. Tapi kalau ini program nasional dan dibutuhkan masyarakat, ya harus dijalankan. Justru ini jadi tantangan agar kami lebih kompetitif,” katanya.Ia juga menyoroti keterbatasan sumber daya manusia. Meski begitu, ia tetap optimis masyarakat dapat diajak bekerja sama.“Harapan kami jangan sampai program ini mandek. Karena sudah dikucurkan seperti itu,” tambahnya.Dwi menilai, ke depan KDMP juga harus mampu bersaing dengan pasar digital.“Retail sekarang sudah online. Jadi butuh sumber daya memadai. Harapan saya negara memberi pelatihan untuk meningkatkan SDM dalam mengelola KDMP,” jelasnya.Ia juga menegaskan peran Kodim 0714/Salatiga yang turut mengawasi pembangunan gerai dan gudang koperasi.Baca juga: Prabowo Mau Kopdes Merah Putih Punya Gudang hingga Truk“TNI ikut mengawasi pelaksanaan pembangunan. Pemberkasan kami sudah lewat koramil dan Babinsa, nanti masuk ke Kodim dan baru ke desa,” ucapnya.Dwi berharap KDMP bisa berjalan berdampingan dengan BumDes tanpa saling tumpang tindih.
(prf/ega)
Cerita Warga Jetak dan Tolokan Jalani Program KDMP: Beban Berat di Pundak Kepala Desa
2026-01-12 04:59:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:59
| 2026-01-12 04:26
| 2026-01-12 03:35
| 2026-01-12 03:33
| 2026-01-12 03:14










































