MEDAN, - Pemerintah memulihkan internet di kawasan yang telah porak-poranda diterjang banjir Sumatera, kondisi yang tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh operator komunikasi seluler.Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mendorong operator seluler, penyedia layanan internet, dan lembaga terkait untuk bekerja cepat bersama.Hal ini disampaikan Meutya usai rapat percepatan pemulihan bersama operator seluler dan stakeholder lainnya terkait bencana di Balai Monitoring Medan, Senin .Baca juga: Internet Hidup Lagi di Tapanuli Tengah, Korban Banjir Sumut Menangis Bisa Telepon KeluargaDalam kesempatan itu, Meutya menegaskan bahwa pemulihan jaringan akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera saat ini telah mendekati tuntas.Namun, untuk Aceh, pemulihan masih belum optimal.Berikut adalah progres pemulihan internet di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat per 1 Desember 2025, sebagaimaa disampaikan Meutya.- Aceh: 60 persen- Sumatera Utara: 90 persen- Sumatear Barat: 95 persen“Namun, pekerjaan rumah terbesar masih berada di Aceh, di mana lebih dari 60 persen jaringan masih mengalami gangguan akibat kerusakan infrastruktur dan padamnya pasokan listrik,” kata Meutya.Masalah utama terletak pada pemulihan listrik oleh PLN.“Fokus kita sekarang percepatan di Aceh. Ketergantungannya besar pada listrik. PLN menyampaikan bahwa dalam empat hari ke depan listrik akan mulai menyala di wilayah terdampak,” kata Meutya.Baca juga: Komdigi Sediakan Internet Darurat untuk Lokasi Banjir SumateraDengan asumsi apabila aliran listrik kembali pulih, pemerintah menargetkan pemulihan akses komunikasi di Aceh dapat meningkat menjadi 75 persen pada 5 Desember 2025.“Kita optimis di tanggal 5 Desember 2025 itu untuk Aceh dengan ketersediaan listrik, maka ini bisa up 75 persen bisa tercapai dalam 4 hari dari sekarang,” lanjutnya.Komdigi dan Balai Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) menambah dukungan satelit di lokasi bencana.Sebanyak 10 titik layanan satelit telah digelar dan akan ditingkatkan menjadi 15 titik, sementara jaringan satelit komersial seperti Starlink telah mengaktifkan 149 titik bantuan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Selain pemulihan teknis jaringan, pemerintah meminta operator memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat di wilayah terdampak.Baca juga: BNPB Pakai Starlink untuk Buka Akses Komunikasi Darurat di Tapanuli TengahTelkomsel, Indosat, dan Smartfren sepakat memberikan diskon tarif, akses internet gratis di posko-posko layanan publik, starter pack gratis bagi kartu yang rusak akibat banjir, serta perpanjangan masa aktif tanpa biaya.Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menjelaskan bahwa meski pemulihan jaringan telekomunikasi di Sumatera Utara telah mencapai kisaran 90 persen, masih terdapat sekitar 10 persen wilayah yang mengalami gangguan total atau completely down.Kondisi ini terjadi akibat kombinasi kerusakan infrastruktur dan keterbatasan akses listrik di sejumlah titik terdampak banjir serta longsor.Dari 90 persen jaringan yang sudah kembali beroperasi, tidak seluruhnya berjalan dengan kapasitas penuh karena banyak yang belum menggunakan ultimate transport berbasis fiber optik sebagaimana kondisi normal.“Sebagian masih bertumpu pada satelit geo, sebagian lagi menggunakan Starlink, dan tentu kapasitas transportnya berbeda dibanding saat memakai fiber optik,” ujarnya.Baca juga: Gratiskan Starlink untuk Korban Banjir Sumatera, Elon Musk: Tak Etis Ambil Untung dari BencanaNugroho menjelaskan bahwa salah satu penyebab lambatnya pemulihan penuh adalah terputusnya jalur transport jaringan akibat gangguan suplai listrik serta kerusakan fisik fiber optik yang terbawa longsor.
(prf/ega)
Mengembalikan Internet Usai Sebagian Sumatera Porak Poranda
2026-01-12 13:47:19
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 14:57
| 2026-01-12 14:40
| 2026-01-12 14:09
| 2026-01-12 13:42










































