KPK Temukan Tambang Emas Ilegal di Pulau Sebayur Labuan Bajo, Lokasinya Tak Jauh dari TN Komodo

2026-01-12 04:47:57
KPK Temukan Tambang Emas Ilegal di Pulau Sebayur Labuan Bajo, Lokasinya Tak Jauh dari TN Komodo
LABUAN BAJO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan tambang emas ilegal di Pulau Sebayur Besar, Labuan Bajo.Adapun Pulau Sebayur Besar itu letaknya tak jauh dari kawasan Taman Nasional Komodo.Ketua Satgas Koordinasi Supervisi Wilayah V KPK, Dian Patra, mengatakan pihaknya mengetahui adanya tambang emas illegal di Pulau Sebayur Besar itu berdasarkan informasi dari masyarakat. Pihaknya pun sudah mengecek ke lokasi tersebut.“Kita mendapatkan informasi ada tambang emas di Pulau Sebayur, baru dengar saya kan.""Kebetulan kita naik kapal, sekalian mampir di Sebayur Besar. Tapi nggak ada orang di sana, ketemu pipa-pipa besar, bekas digunakan,” kata Dian kepada wartawan di Labuan Bajo, Sabtu .Baca juga: Pemerintah Ungkap Ada 1.400 Tambang Emas Ilegal di TNGHS, Ditindak Bertahap Ia menyebut, pihaknya concern dengan tambang-tambang ilegal, khusus tambah emas di Indonesia. Namun, KPK juga kaget ada tambang emas ilegal di Pulau Sebayur, wilayah sekitar TN Komodo.Pihaknya pun khawatir aktivitas tambang emas ilegal itu berdampak bagi ekosistem di Taman Nasional Komodo.“Saya khawatir nanti dampak lingkungannya, Komodo satu-satunya yang ada di dunia, jangan sampai sudah ilegal, ada beking-beking, lingkungan rusak, pariwisata rusak,” ujar dia.Dian berharap aktivitas tambang ilegal tersebut dihentikan. Pihaknya pun sudah melaporkan itu kepada beberapa pihak, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian ESDM.“Jangan sampai ada praktek ilegal yang membahayakan lingkungan, dengan merkuri dan sianidanya,” ungkap dia.Pihaknya pun belum mengetahui benar hasil tambang ilegal itu dibawa ke mana.Baca juga: Kementerian Kehutanan Tutup 88 Tambang Emas Ilegal di Cisolok Sukabumi"Saya nggak dapat info detail, tetapi infonya dibawa ke NTB, ada yang bilang malam hari (operasinya). Tapi saya nggak tahu benar tidaknya, yang jelas saya dengarnya dibawa ke NTB,” imbuh dia.KPK, lanjut dia, akan melihat apakah penambangan ilegal di Pulau Sebayur itu di-backup oknum pejabat negara.“Kenapa KPK lihat, jangan sampai ada beking-beking, ada suap menyuap untuk backup, ada pejabat negara kah atau oknum, itu yang kita lihat. Apalagi ini berdampak pada keberlanjutan pariwisata di Labuan Bajo,” sambung dia.Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Hendrikus Rani Siga, mengatakan lokasi tambang emas ilegal di Pulau Sebayur itu berada di luar kawasan TN Komodo.


(prf/ega)