Penyebab Kecelakaan Terjun Payung di Pangandaran yang Tewaskan 1 Atlet

2026-01-11 04:09:14
Penyebab Kecelakaan Terjun Payung di Pangandaran yang Tewaskan 1 Atlet
PANGANDARAN, — Perubahan cuaca ekstrem di udara menjadi penyebab utama kecelakaan terjun payung yang terjadi dalam ajang Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat di Bandara Nusawiru, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Selasa .Kecelakaan ini menyebabkan satu atlet terjun payung meninggal dunia.Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan mengungkapkan, insiden tersebut melibatkan lima atlet terjun payung dan berujung pada satu korban meninggal dunia serta satu lainnya dinyatakan hilang.Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB ketika para atlet menjalani sesi free fall.Baca juga: Kecelakaan Terjun Payung di Pangandaran: Satu Atlet Meninggal Dunia, Satu Lainnya Hilang di LautKelima atlet lepas landas menggunakan pesawat latih milik Fly School Ganesha dari Bandara Nusawiru. Namun, saat memasuki fase terjun, terjadi gangguan serius di titik penerjunan akibat faktor alam."Terjadi perubahan arah dan kecepatan angin secara mendadak, terutama di ketinggian sekitar 10.000 feet," ujar Andri kepada wartawan di pesisir pantai Nusawiru, Selasa .Hembusan angin kencang tersebut membuat para atlet kesulitan mengendalikan parasut mereka.Baca juga: Pesawat Charter Tidak Terjadwal Milik Wise Air yang Mendarat Darurat di Karawang Hendak Ikut Terjun Payung di CirebonPenerjun Terseret Angin Keluar dari Drop ZoneKondisi cuaca yang tidak stabil menyebabkan para atlet terbawa angin dan keluar dari area pendaratan yang telah ditentukan."Kondisi tersebut menyebabkan para penerjun keluar dari Drop Zone. Sebagian besar mendarat di luar area yang direncanakan," lanjut Andri.Dari lima penerjun yang terlibat, berikut kondisi terakhir mereka:• Tiga penerjun berhasil melakukan pendaratan darurat di kawasan Pantai Bojongsalawe dan dinyatakan selamat.• Satu penerjun, atas nama Rusli (64), warga Kabupaten Bandung, ditemukan di perairan Bojongsalawe dalam kondisi meninggal dunia.• Satu penerjun lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan di perairan laut sekitar Nusawiru.Hingga Selasa sore, aparat kepolisian bersama tim SAR masih melakukan penyisiran intensif di sekitar lokasi kejadian untuk menemukan korban kedua.Untuk membantu pembaca memahami teknis peristiwa ini, berikut sejumlah istilah yang umum digunakan dalam olahraga terjun payung:• Free Fall: Tahap terjun bebas sebelum parasut dikembangkan.• Drop Zone (DZ): Area pendaratan resmi yang telah ditentukan.• 10.000 Feet: Ketinggian standar pelepasan penerjun (sekitar 3.000 meter).• Exit Point: Titik penerjun keluar dari pesawat.• Canopy: Parasut yang mengendalikan laju jatuh dan arah pendaratan.• Wind Shear: Perubahan mendadak arah atau kecepatan angin yang berbahaya bagi stabilitas penerjun.Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Penyebab Tragedi Terjun Payung di Pangandaran: Angin Kencang di Ketinggian 10.000 Feet 


(prf/ega)