Pemkot Surabaya Dampingi Santri Korban Bully yang Alami Trauma di Ponpes Lamongan

2026-01-16 03:40:13
Pemkot Surabaya Dampingi Santri Korban Bully yang Alami Trauma di Ponpes Lamongan
SURABAYA, - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendampingi psikologi, korban bullying dan kekerasan fisik dari teman sekamarnya di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Lamongan, Jawa Timur (Jatim).Kepala DP3APPKB Surabaya, Ida Widayati mengatakan, korban berinisial FAS (14) tersebut mengalami trauma mendalam akibat insiden yang dialaminya, pada Selasa lalu itu."(Kasus) yang berkaitan kasus ponpes Lamongan, korban sudah kita dampingi. Dari Senin kemarin," kata Ida, ketika dikonfirmasi, Rabu .Baca juga: Beasiswa Santri Jateng 2026 Resmi Dibuka, Ini Cara DaftarnyaSaat ini, kata Ida, bocah asal Kecamatan Tegalsari tersebut menolak untuk melanjutkan pendidikannya di ponpes. Karena, FAS mengaku kerap mengalami perundungan selama di sana."Kondisi korban trauma dan enggak mau lagi (kembali) ke pesantren. Pemicunya pelaku sering mencuri baju-baju korban," jelasnya.Lebih lanjut, Ida mendapat informasi, pihak keluarga korban telah melakukan proses mediasi. Akan tetapi, orangtua FAS meminta agar proses hukum perkara tersebut tatap dilanjutkan."Karena proses hukumnya di Polres Lamongan, maka pendampingan hukumnya dilakukan oleh UPTD PPA Provinsi Jatim," ucapnya.Baca juga: Cerita Santri Korban Bullying dan Kekerasan Fisik di Ponpes Lamongan"Infonya hari ini dilakukan proses mediasi di Polres Lamongan. Tapi ibu korban menginginkan proses hukumnya berlanjut," tambahnya.Sementara itu, orangtua korban, Winda Nurjannah (32) membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, anaknya lebih pendiam setelah menjadi korban perundungan di ponpes."Rasanya anaknya lebih pendiam begitu, lebih kayak merasa bersalah, kayak takut akan terjadi lagi (perundungan). Susah diajak ngomong, masih bingung entah salah apa enggak," ujar Winda.Winda mengungkapkan, anaknya masih menolak untuk melanjutkan pendidikannya di ponpes. Oleh karena itu, korban melanjutkannya di salah satu sekolah agama di Surabaya."Ini ya sudah ketemu teman-temannya lagi, sudah ada yang kenal sama dia, yang mau interaksi sama dia. Awalnya dikiranya setelah ini enggak enggak punya teman lagi begitu," jelasnya.Baca juga: 71 Santri dan Siswa di Sumbawa Barat Diduga Keracunan MBG, Dapur SPPG Ditutup Sementara Diberitakan sebelumnya, Sempat ramai di dunia sosial (medsos) dugaan perundungan dan kekerasan fisik yang dialami oleh seorang santri di salah satu Ponpes yang ada di Kabupaten Lamongan.Dalam video yang beredar, tampak seorang santri memakai baju putih, menghampiri santri lain yang mengenakan kaus hitam.Dalam keterangan pada video itu, korban berniat menegur karena barang-barangnya kerap diambil. Kedua santri tersebut sempat adu mulut, hingga akhirnya terjadi kontak fisik.Orangtua santri yang menjadi korban tidak terima anaknya mengalami luka lebam akibat dugaan kekerasan tersebut.Mereka lalu melaporkan kejadian tersebut kepada jajaran Polres Lamongan."Polres Lamongan telah menerima pengaduan, tentang dugaan terjadinya tindak kekerasan di sebuah lembaga pendidikan keagamaan yang berada di Kabupaten Lamongan," ujar Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M Hamzaid, Rabu .


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-16 03:53