5 Fakta KM Putri Sakinah Bawa Pelatih Valencia Karam di Bajo

2026-01-16 11:33:41
5 Fakta KM Putri Sakinah Bawa Pelatih Valencia Karam di Bajo
Insiden tenggelamnya kapal pinisi KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyita perhatian publik. Kapal wisata tersebut diketahui membawa pelatih Tim B Wanita Valencia CF bersama keluarganya saat kapal karam.KM Putri Sakinah dilaporkan tenggelam di Selat Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, pada Jumat (26/12/2025) malam. Informasi awal menyebut kapal wisata tersebut mengangkut total 11 orang.Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, menjelaskan penumpang kapal terdiri dari enam wisatawan asal Spanyol, empat anak buah kapal, dan satu pemandu wisata. Tujuh orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.Dari total 11 orang di kapal, empat wisatawan asing asal Spanyol dilaporkan masih hilang. Fathur Rahman menyampaikan pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan sejak kejadian."Tiga orang penumpang dievakuasi oleh kapal Nepton dan empat orang dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Sedangkan, empat orang WNA asal Spanyol masih dalam pencarian," kata Fathur Rahman, Sabtu (27/12/2025).Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Labuan Bajo mengonfirmasi salah satu korban hilang adalah pelatih Tim B Wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando. Tiga anaknya yakni Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, dan Martinez Ortuno Enriquejavier.Kapal tersebut diketahui mengalami mati mesin sebelum akhirnya tenggelam saat diterjang gelombang.Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto menyebut kapal tenggelam akibat gelombang tinggi yang datang secara tiba-tiba. Kondisi cuaca tersebut juga menyulitkan pencarian awal korban."Ketinggian gelombang yang terjadi di lapangan adalah swell atau gelombang tinggi yang datang secara tiba-tiba antara 2-3 meter dan terjadi dalam periode yang singkat," kata Stephanus Risdiyanto, Minggu (28/12/2025). Basarnas menegaskan keempat korban hingga kini masih berstatus dalam pencarian dan belum dinyatakan meninggal dunia. Operasi SAR dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur dan armada laut."Korban masih dalam pencarian. Belum ada status meninggal," kata Fathur Rahman, Minggu (28/12/2025). Tim SAR mengerahkan kapal patroli, RIB, serta penyelam profesional untuk melanjutkan pencarian di sekitar perairan Pulau Padar.Hasil penelusuran dan pencocokan data manifes menunjukkan empat korban yang hilang merupakan satu keluarga. Fathur Rahman menyebut korban terdiri dari seorang ayah dan tiga anak.Dua WN Spanyol yang selamat diketahui merupakan istri korban dan satu anak dari keluarga tersebut. Sementara korban selamat lainnya adalah empat kru kapal, termasuk kapten, serta seorang pemandu wisata.Kemenhub mengerahkan empat kapal untuk pencarian pelatih Timnas B sepakbola wanita Valencia CF Martin Carreras Fernando dan tiga anaknya. Sejumlah penyelam profesional juga dikerahkan.Salah satu kapal yang dikerahkan adalah Kapal Negara Patroli (KNP) Grantin. Selain itu, Kemenhub menerjunkan Speed Patroli KSOP, RBB KSOP, serta RIB KPLP."Hari ini Kemenhub kirim 3 kapal dan nanti akan turun RIB KPLP (total empat kapal). Kami personel 23 orang," kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto.Kapal tersebut juga membawa logistik untuk tim SAR gabungan yang menginap di Pulau Padar selama pencarian berlangsung. Selain kapal Kemenhub, operasi pencarian didukung RIB milik Lanal Labuan Bajo dengan enam personel,serta penambahan empat personel Polairud Polres Manggarai Barat.Pada pencarian hari ini juga dikerahkan enam penyelam profesional dari sejumlah asosiasi di Labuan Bajo. Mereka terdiri dari Perkumpulan Penyelam Profesional Komodo (P3Kom), Dive Operators Collaboration Komodo (DOCK), serta Gabungan Usaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri)."Kami mengirim penyelam profesional sebanyak enam orang dari asosiasi P3Kom, DOCK, Gahawisri, kemudian personel Polair Polres empat orang," terang Stephanus.Tim SAR gabungan menemukan serpihan badan kapal pinisi wisata KM Putri Sakinah yang tenggelam membawa pelatih Tim B Wanita Los Che klub LaLiga Valencia Martin Carreras Fernando bersama tiga anaknya. Dalam pencarian hari kedua di Labuan Bajo, tim menemukan serpihan badan kapal sejauh 5 nautical mile dari lokasi kejadian."Pencarian terhadap empat korban yang merupakan warga negara asing (WNA) asal Spanyol masih terus dilakukan," kata Kepala Kantor Basarnas Maumere Fathur Rahman, dilansir Antara.Tim SAR gabungan telah mengevakuasi 7 dari total 11 korban kapal wisata bernama KM Putri Sakinah yang tenggelam di Perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, pada Jumat (26/12) malam.Tim gabungan dalam pencarian hari kedua, Sabtu (27/12), menemukan barang-barang milk kapal KM Putri Sakinah berupa tabung gas, serpihan atau puing kapal KM Putri Sakinah, dan body kamar nakhoda.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-16 10:25