JAKARTA, — Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap energi terbarukan, Bobibos hadir membawa alternatif bahan bakar baru yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis. Namun, di balik potensi besar tersebut, tantangan terbesar justru datang dari sisi regulasi.Founder Bobibos, M. Ikhlas Thamrin, mengakui bahwa memperkenalkan bahan bakar baru ke pasar yang telah lama bergantung pada BBM konvensional bukan perkara mudah.Baca juga: Ducati Hypermotard V2 Meluncur, Lebih Ringan dan Semakin BertenagaMenurutnya, tantangan utama bukan terletak pada penerimaan masyarakat, melainkan pada proses legalisasi produk.“Tantangan adalah soal regulasi. Jika kami sudah mendapatkan aspek legal, tentu kepercayaan akan segera kita raih,” ujar Ikhlas kepada Kompas.com, Minggu .Bobibos BBM BobibosIa menambahkan, setelah aspek hukum dan sertifikasi terpenuhi, Bobibos siap melakukan produksi massal.Langkah ini dinilai penting agar masyarakat bisa segera merasakan langsung kualitas bahan bakar alternatif tersebut.“Kami sudah siap dari sisi riset dan teknologi. Begitu regulasi selesai, kami bisa segera memproduksi massal dan mendistribusikannya secara luas,” kata Ikhlas.Menurutnya, legalitas menjadi kunci utama untuk membangun kepercayaan publik. Dengan adanya payung hukum yang jelas, Bobibos optimistis dapat menjadi pilihan bahan bakar yang aman, efisien, dan ramah lingkungan di masa depan.Baca juga: Jangan Sering Gonta-ganti Oli Mesin MobilKehadiran Bobibos sendiri menjadi angin segar bagi upaya transisi energi di Indonesia. Namun, perjalanan menuju pasar luas masih membutuhkan dukungan nyata dari pemerintah agar inovasi energi baru tidak berhenti di tahap uji coba semata.
(prf/ega)
Regulasi Jadi Tantangan Utama Bobibos Masuk ke Pasar Nasional
2026-01-11 03:32:02
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:06
| 2026-01-11 03:07
| 2026-01-11 02:31
| 2026-01-11 01:28










































