BMKG: Prakiraan Cuaca Jakarta dan Bodetabek saat Tahun Baru 2026

2026-01-12 09:30:54
BMKG: Prakiraan Cuaca Jakarta dan Bodetabek saat Tahun Baru 2026
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan masih berpotensi mendominasi cuaca Jakarta dan wilayah sekitarnya selama periode pergantian tahun, 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.Dalam prospek cuaca periode 30 Desember 2025–1 Januari 2026, BMKG mencatat potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di sejumlah wilayah.Kondisi tersebut masuk dalam kategori peringatan dini yang perlu diantisipasi masyarakat.BMKG menyebutkan, secara umum cuaca di Indonesia didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan.Namun, khusus wilayah Jakarta dan sekitarnya, yang meliputi Tangerang, Depok, Bogor, dan Bekasi, terdapat potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.Adapun tingkat peringatan dini meliputi:Baca juga: Pemprov DKI Siagakan 1.200 Pompa Antisipasi Cuaca Ekstrem Akhir TahunBaca juga: Prediksi BMKG: Seluruh Pulau Jawa Masuki Puncak Musim Hujan pada Januari 2026Baca juga: Waspada! BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Jakarta hingga Februari 2026 Baca juga: Siaga Darurat Bencana di Bekasi dan Depok hingga April 2026Menjelang perayaan Tahun Baru 2026, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, termasuk potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti ibadah, wisata, dan perayaan malam pergantian tahun.BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk memantau secara berkala informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem melalui kanal resmi BMKG, termasuk situs web, aplikasi InfoBMKG, dan media sosial resmi.Selain itu, BMKG menyediakan layanan Digital Weather for Traffic (DWT) yang terintegrasi untuk memantau kondisi cuaca sepanjang rute perjalanan selama libur Natal dan Tahun Baru.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-12 08:20