Cerita Siswa di Sumbawa Keluhkan soal TKA Matematika yang Bikin Pusing

2026-02-02 02:26:38
Cerita Siswa di Sumbawa Keluhkan soal TKA Matematika yang Bikin Pusing
SUMBAWA, - Satu per satu siswa masuk ke ruangan dengan wajah tegang bercampur harapan memperoleh nilai memuaskan mewarnai pelaksanaan tes kemampuan akademik (TKA) di berbagai sekolah di Kabupaten Sumbawa, NTB.Ratusan siswa berjuang keras mengerjakan soal-soal yang disinyalir lebih sulit dari biasanya.Keluhan demi keluhan pun bermunculan, terutama terkait mata pelajaran Matematika yang dianggap sebagai momok."Soal Matematika-nya bikin pusing. Banyak yang enggak ngerti cara ngerjainnya," ujar Ayu saat dikonfirmasi, Selasa .Baca juga: Demi Masa Depan, Siswa di Pamekasan Berusaha Jawab Semua Soal TKASiswi dari SMAN 1 Alas ini mengucapkannya dengan nada frustrasi setelah keluar dari ruang ujian."Padahal sudah belajar mati-matian, tapi pas lihat soalnya, langsung blank," tambah Ayu.Hal senada juga diungkapkan oleh Dika, siswa dari SMKN 2 Sumbawa.Menurutnya, soal-soal TKA kali ini lebih menekankan pada pemahaman konsep daripada hafalan rumus."Soalnya enggak kayak latihan-latihan biasanya. Kita dituntut buat mikir lebih dalam, tapi waktunya terbatas," keluh Dika.Baca juga: Kerjakan TKA, Siswa SMAN 10 Surabaya: Komputer Sempat Error, Untung Jawaban Tidak HilangKesulitan yang dialami siswa ini bukan tanpa alasan. Beberapa guru mengakui bahwa materi yang diujikan dalam TKA memang cukup tinggi dan membutuhkan persiapan matang."TKA ini kan tujuannya untuk mengukur kemampuan siswa secara komprehensif. Jadi, soal-soalnya memang dibuat untuk menguji daya nalar dan analisis siswa," jelas Ratih, seorang guru Matematika di Sumbawa.Namun, di balik keluhan tersebut, terselip juga semangat untuk terus berjuang.Para siswa menyadari bahwa TKA adalah salah satu gerbang untuk meraih impian mereka, yaitu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi."Mau enggak mau, kita harus tetap berusaha. Ini demi masa depan kita juga," kata Rani dengan nada optimistis.Baca juga: Pengalaman 2 Siswa di Malang Hadapi TKA, dari Grogi, Kaget Temukan Soal Baru hingga DemamSiswa SLBN 1 Sumbawa jenjang SMA ini berharap semoga hasil TKA nanti bisa memuaskan.Pelaksanaan TKA di Sumbawa berjalan dengan lancar dan tertib. Meskipun diwarnai dengan keluhan tentang soal Matematika yang sulit, para siswa tetap bersemangat menyelesaikan ujian dengan sebaik-baiknya.Hasil TKA ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dan sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sumbawa.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-02 07:13