Warga Baduy Dibegal di Jakarta Saat Jualan Madu, Uang Rp 3 Juta Raib, Ditolak RS karena Tak Punya KTP

2026-01-12 03:12:51
Warga Baduy Dibegal di Jakarta Saat Jualan Madu, Uang Rp 3 Juta Raib, Ditolak RS karena Tak Punya KTP
LEBAK, – Seorang warga Baduy bernama Repan (16) menjadi korban pembegalan saat berjualan madu di kawasan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.Korban mengalami luka bacok senjata tajam di bagian tangan dan barang jualannya dirampas pelaku.Korban juga disebut sempat ditolak rumah sakit saat hendak mengobati luka bacoknya.Peristiwa pembegalan warga Baduy ini viral di media sosial.Kepala Desa Kanekes, Oom, membenarkan warganya menjadi korban begal.Repan sendiri merupakan warga Baduy Dalam dari Kampung Cikeusik, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Lebak, Banten.Baca juga: Kemenpar Soroti Indahnya Wisata Baduy di BantenMenurut Oom, Repan sudah biasa jualan madu dengan jalan kaki ke Jakarta seorang diri.Oom menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu , sekitar pukul 04.00 WIB.Saat itu, Repan tengah berjalan kaki di kawasan Rawasari dan tiba-tiba didatangi dua orang pelaku."Repan kan jalan kaki, biasa warga Baduy keliling terus jalan, tiba-tiba datang dua orang pakai motor, menodong senjata, ditangkis kena tangannya, harus dijahit sekitar 10 jahitan," cerita Oom kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa .Selain mengalami luka, Repan juga kehilangan uang tunai sekitar Rp 3 juta, 10 botol madu, dan satu ponsel pinjaman milik temannya.Setelah kejadian itu, Oom mengatakan bahwa Repan sempat kesulitan mendapatkan perawatan medis.Repan sempat datang ke rumah sakit di sekitar lokasi kejadian, tetapi ditolak karena tidak punya KTP."Dia ke rumah sakit sendiri, tetapi ditolak, kan warga Baduy Dalam tidak punya KTP," kata Oom.Baca juga: Kenapa Kopdes Merah Putih Tak Masuk Baduy? Menkop: KTP Aja Enggak Ada...Menurut Oom, Repan kemudian berjalan kaki ke Tanjung Duren di Jakarta Barat untuk meminta pertolongan ke kenalannya.


(prf/ega)