Jenazah Ibu Ditemukan Usai 20 Hari Banjir Landa Tapteng Sumut, Betty: Terima Kasih kepada Warga...

2026-01-11 23:37:55
Jenazah Ibu Ditemukan Usai 20 Hari Banjir Landa Tapteng Sumut, Betty: Terima Kasih kepada Warga...
MEDAN, - Pendeta Lea Felanie Tambunan (59), salah seorang korban meninggal dunia terseret banjir dan longsor, telah ditemukan di Kelurahan Pasar Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, Minggu sore.Ibu dari Betty Trifena Ritonga itu ditemukan sejauh 3 kilometer dari rumahnya di Lorong IV, Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka.Penemuan jenazah disampaikan Betty melalui akun Instagram Story pribadinya setelah 20 hari peristiwa itu terjadi."Puji Tuhan Mama kami sudah ditemukan hari ini di Pasar Tukka (sekitar 3 kilometer dari rumah). Mama sudah bersama Bapa di Surga. Akan dimakamkan besok, 15 Desember 2025. Tuhan Yesus Baik. Terpujilah Tuhan," tulis Betty, Minggu .Baca juga: Tim SAR Pergi, Betty Ritonga Terus Mencari Ibunya yang Terseret Banjir dan Longsor di HutanabolonBetty, satu-satunya putri dari pasangan Pendeta Lea dan Pendeta Irwanner Muda Ritonga, mendapat informasi bahwa ibunya ditemukan oleh warga di Pasar Tukka.Memastikan hal itu, ia bersama keluarga mengecek dan mengonfirmasinya."Kami mengecek dan mengonfirmasi ke rumah sakit, ternyata memang mama," kata putri ketiga Pendeta Irwanner kepada Kompas.com, saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin .Setelah pemakaman ibunya, Betty tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada warga atau masyarakat yang sudah menemukan ibunya."Kami berterima kasih banyak buat warga yang menemukan. Kemudian tim SAR (Search and Rescue) yang mengevakuasi. Semua yang ikut mengurus mama sampai pemakaman telah terlaksana dengan baik," ucap Betty.Sebelumnya diberitakan, Betty Ritonga terus mencari keberadaan mamanya yang terseret banjir dan longsor di Lorong IV.Meski Tim SAR sudah pergi, ia tak menyerah dan berusaha terus mencari.Pencarian dilakukan di lokasi terakhir ibunya berada, tanpa bantuan alat memadai.Baca juga: Banjir di Tapteng, Betty Sudah Bisa Komunikasi dengan Bapaknya, Ibu Masih DicariSetiap hari ia bersama bapak, abang, dan kakaknya pulang pergi mencari ibunya dengan harapan dapat ditemukan.Mereka menyusuri aliran bekas air dan melihat-lihat ke balik bebatuan besar dan bongkahan kayu panjang.Dia mengatakan, tim Search and Rescue (SAR) pernah datang mencari, tetapi hanya tiga hari, tertanggal 28 hingga 30 November 2025.


(prf/ega)