– Penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis memunculkan catatan baru di lapangan.Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Sudaryati Deyang menyampaikan hal itu saat bertemu para mitra dan pengelola yayasan Satuan Pelaksana Pelayanan Gizi di Pasuruan, Kamis .Ia menyoroti kondisi banyak sekolah penerima layanan makan. Atap bocor, ruang kelas rusak, dan toilet belum tersedia masih ditemukan.Nanik meminta pengelola dapur ikut memperhatikan kondisi dasar sekolah, bukan hanya menyiapkan menu.“Mbok kalau ada sekolah yang gentingnya bocor itu disumbang, dibenerin. Mbok kalau ada sekolah yang tidak punya WC itu dibangunkan WC,” ujar Nanik dalam keterangan tertulisnya.Baca juga: Kementan Bidik Proyek Pengembangan Hortikultura di Lahan Kering, Dukung Pelaksanaan MBGIa menjelaskan alasan pemerintah memilih yayasan sebagai mitra sejak awal.Saat merancang program, Presiden Prabowo Subianto meminta kerja sama dengan yayasan pendidikan, sosial, atau keagamaan. Pertimbangannya, yayasan tidak berorientasi laba sehingga sejalan dengan tujuan program.Situasi di lapangan bergerak ke arah lain. Pembangunan dapur memicu kemunculan yayasan baru tanpa rekam jejak di tiga bidang tersebut. Nanik mengingatkan agar belanja bahan baku tetap wajar.“Njenengan yang yayasannya tidak ada di tiga-tiganya itu, paling enggak jalankanlah dengan benar dalam pembelanjaan bahan baku. Jangan beli bahan baku, semangkanya setipis tisu, jangan anggurnya cuma tiga doang. Opo pengaruhe gizine nek anggure mung telu thok (Apa pengaruh gizinya kalau anggurnya cuma tiga). Ya mbok anggurnya enem, itu lumayan. Ini yang saya minta anda untuk tidak main-main harga. Anda kan sudah dapat Rp 6 juta per hari,” kata Nanik.Ia menilai pencarian keuntungan tetap mungkin terjadi. Ia hanya meminta agar praktik itu tidak berlebihan.“Kalaupun nyari untung sedikit saja, yang masih masuk akal, jangan terlalu berlebihan,” ucapnya.Baca juga: Waka BGN Nanik Sebut Sony Sanjaya Sudah Pensiun, Tak Ada Polisi Aktif di BGNNanik mengatakan langkah pengetatan sedang disiapkan. Ia berkoordinasi dengan Wakil Ketua BGN bidang Tata Kelola, Sony Sonjaya, untuk merumuskan petunjuk teknis baru.Aturan itu akan mewajibkan mitra menyisihkan 30 persen pendapatan untuk kegiatan sosial dan pendidikan. Tujuannya menjaga pelaksanaan program tetap sesuai arahan Presiden.
(prf/ega)
Sekolah Penerima MBG Atapnya Bocor dan Tak Punya WC, Mitra Diminta Perbaiki
2026-01-12 07:21:46
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:09
| 2026-01-12 05:45
| 2026-01-12 04:57
| 2026-01-12 04:51
| 2026-01-12 04:41










































