JAKARTA, - Kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) terus menjadi kompas penting dalam perekonomian global.Bagi Indonesia, perubahan arah suku bunga The Fed bisa membuka ruang manuver, tetapi juga menimbulkan tantangan besar.Di tahun 2025, dinamika ini semakin menarik. Bank Indonesia (BI) melakukan serangkaian pemangkasan suku bunga, sementara proyeksi The Fed menjadi semakin dovish.Baca juga: Harga Emas Dunia Melemah Usai Rilis Risalah Rapat The FedWikimedia Commons/AgnosticPreachersKid Bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve Salah satu elemen kunci yang mendorong respons BI adalah proyeksi penurunan suku bunga The Fed.BI memperkirakan suku bunga The Fed akan turun menjadi sekitar 4 persen pada 2025, dan lanjut ke 3,5 persen pada akhir 2026.Prediksi ini menjadi dasar penting dalam penilaian BI terhadap ruang kebijakan moneter domestik, karena penurunan suku bunga acuan AS bisa mendorong aliran modal kembali ke negara berkembang seperti Indonesia.Sejak September 2024, BI memangkas BI Rate secara bertahap hingga total 125 basis poin (bps) per September 2025, dari level sebelumnya.Baca juga: Wall Street Anjlok, Kekhawatiran Inflasi dan Sikap The Fed Tekan Saham TeknologiPada Agustus 2025, BI menurunkan suku bunga acuannya menjadi 5,00 persen.Pada September 2025, BI kembali memangkas BI-Rate menjadi 4,75 persen. BI sekaligus menurunkan suku bunga fasilitas deposit menjadi 3,75 persen, dan lending facility menjadi 5,50 persen.Langkah ini menunjukkan kecenderungan BI untuk lebih mendukung pertumbuhan ekonomi, dengan tetap memperhatikan stabilitas makroekonomi.
(prf/ega)
Apa Dampak Kebijakan Suku Bunga The Fed ke Indonesia?
2026-01-12 07:15:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:51
| 2026-01-12 05:50
| 2026-01-12 05:15
| 2026-01-12 04:40










































