Pandawara hingga Artis Punya Ide Patungan Beli Hutan, Mungkinkah Terealisasi?

2026-01-14 13:59:50
Pandawara hingga Artis Punya Ide Patungan Beli Hutan, Mungkinkah Terealisasi?
- Kelompok pelestarian lingkungan, Pandawara Group, menawarkan gagasan untuk menyelamatkan alam Indonesia, yaitu dengan membeli hutan.Ide itu disampaikan melalui akun Instagram mereka, @pandawaragroup, Jumat ."Lagi ngelamun, tiba-tiba aja kepikiran gimana kalo masyarakat Indonesia Bersatu berdonasi beli hutan-hutan agar tidak dialihfungsikan," tulisnya.Ajakan membeli hutan ini muncul di tengah bencana ekologis di Aceh dan Sumatera yang disebabkan karena deforestasi.Gayung bersambut, sejumlah artis, seperti Vidi Aldiano hingga Atta Halilintar tertarik untuk ikut serta.Ajakan itu kemudian meluas ke pengguna X. Namun, tampaknya ide tersebut masih samar-samar.Warganet mempertanyakan bagaimana prosedur dan status hukum pembelian hutan oleh masyarakat."Bentar dulu konsepnya gimana? Beli ke siapa dan uangnya masuk kemana? Kalo mungkin narasinya mau menanam kembali hutan yang gundul, supaya fungsinya kembali lagi dan bisa menahan air saat hujan, kayaknya masih masuk deh donasinya untuk itu," tulis @mi

****, Senin .Lantas, mungkinkah ide rakyat membeli hutan agar tidak dialihfungsikan oleh negara bisa terealisasi?Baca juga: Sama-sama Pohon, Mengapa Menanam Kelapa Sawit Tak Selalu Menguntungkan?Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Ir. Hatma Suryatmojo, S.Hut., M.Si., IPU menyambut baik partisipasi warganet untuk membeli hutan."Ini satu gerakan luar biasa atas kesadaran kebutuhan lingkungan hidup yang baik dan upaya mitigasi bencana," ucapnya, saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu .Hatma menjelaskan, untuk meealisasikan ide tersebut, masyarakat dapat membentuk lembaga berbadan hukum dan mengajukan pembelian kepada pemerintah, dalam hal ini adalah Kementerian Kehutanan (Kemenhut).Melalui Kemenhut, masyarakat bisa mendapatkan izin konsesi Restorasi Ekosistem pada kawasan hutan negara.Hatma juga menyarankan, masyarakat dapat mengajukan izin konsesi restorasi hutan pada kawasan areal penggunaan lain (APL) yang tidak masuk Kawasan hutan negara kepada Pemerintah Daerah."Asal memenuhi ketentuan yang ada, bisa. Karena butuh luas, maka butuh lembaga formilnya," ungkapnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-01-14 13:16