NDUGA, - Pemerintah Kabupaten Nduga melalui Tim Penanganan Bencana Alam di Distrik Dal dan Mebarok terus berupaya mencari korban bencana yang terjadi 1 November 2025.Hingga saat ini, tim gabungan telah menemukan 10 jenazah, sementara 5 korban lainnya masih dalam pencarian di Distrik Dal.Di Distrik Mebarok, dari 8 orang yang dilaporkan hanyut, baru satu orang yang ditemukan.Ketua Tim Penanganan Bencana, Otomi Gwijangge, menjelaskan bahwa dari total 23 orang yang dinyatakan hilang pascabanjir dan longsor di Distrik Dal dan Distrik Mebarok, tim baru menemukan 10 orang dan masih tersisa 13 orang.Baca juga: Tragedi Banjir Nduga: Lagi, 4 Korban Ditemukan Tewas, 14 Masih Hilang"Dari 23 orang yang hilang, 15 orang berasal dari Distrik Dal dan 8 orang dari Distrik Mebarok," ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa pagi.Berdasarkan data yang dihimpun, pencarian korban di Distrik Mebarok menghadapi kendala geografis yang sulit dijangkau.Otomi menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemda Provinsi Papua Pegunungan, Pusat, Basarnas, serta TNI/Polri.“Pencarian dilakukan sepanjang aliran Kali Kenyam—mulai dari hulu hingga hilir—dan akan terus berlanjut selama satu minggu ke depan,” jelasnya.Namun, Otomi mengaku pihaknya mulai kewalahan karena minimnya dukungan dari instansi terkait, termasuk Basarnas dan TNI/Polri.Baca juga: Pencarian 18 Korban Banjir dan Longsor di Nduga Terkendala Medan Sulit“Selama ini yang aktif hanya tim dari pemerintah daerah, masyarakat, dan keluarga korban. Kami terus bekerja keras, tapi keterbatasan fasilitas menjadi kendala besar,” ujarnya.Otomi menegaskan bahwa saat ini pemerintah daerah sangat membutuhkan dukungan serius dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Pemerintah Pusat.Bantuan yang diperlukan antara lain transportasi udara seperti helikopter untuk evakuasi, serta bahan makanan dan logistik bagi masyarakat terdampak.“Kami mohon perhatian dan bantuan dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat. Kondisi di lapangan sangat sulit, akses menuju lokasi kejadian hanya bisa ditempuh lewat udara."Baca juga: 5 Korban Banjir dan Longsor di Nduga Ditemukan, 4 Teridentifikasi"Kami butuh heli dan bantuan logistik untuk melanjutkan evakuasi korban yang tersisa,” ungkapnya.Pemerintah Kabupaten Nduga berharap status Kejadian Luar Biasa (KLB) yang telah ditetapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah di tingkat provinsi dan nasional untuk segera turun tangan memberikan bantuan.“Tim kami tidak akan berhenti sampai seluruh korban ditemukan. Tapi tanpa dukungan dari provinsi dan pusat, proses ini akan berjalan sangat lambat,” tutup Otomi.
(prf/ega)
10 Jenazah Korban Bencana Banjir dan Longsor di Kabupaten Nduga Telah Ditemukan, Masih Tersisa 13 Korban
2026-01-12 06:30:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:30
| 2026-01-12 06:07
| 2026-01-12 05:54
| 2026-01-12 04:54










































