– Seorang pria dengan gangguan jiwa (ODGJ), menyerang belasan warga menggunakan golok.Kapolres Purwakarta, AKBP Dewa Putu Gede Anom Danujaya, membeberkan runtutan kejadian ketika Deni Supriyani (29), ODGJ menyerang warga pada Minggu sore di Desa Cimara Hilir, Kecamatan Maniis, Purwakarta.“Pelaku memang mempunyai riwayat gangguan kesehatan jiwa. Saat ini sudah kita amankan dan sedang menjalani penanganan medis di Rumah Sakit Jiwa Cisarua,” ujar Anom saat menjenguk para korban di RSUD Bayu Asih Purwakarta, Minggu malam.Menurut Anom, empat korban yang dirawat di RSUD Bayu Asih mengalami luka berat akibat bacokan golok. “Alhamdulillah semua dalam kondisi sadar dan sedang mendapatkan perawatan,” katanya.Penjelasan awal menyebutkan bahwa aksi brutal tersebut diduga dipicu cekcok antara pelaku dan orang tuanya di rumah. Usai keluar rumah dalam kondisi tidak stabil, Deni kemudian menyerang warga secara acak.Baca juga: Anak Disabilitas yang Koma Usai Dikeroyok Warga Dipindah ke RS di Purwakarta“Setelah keluar rumah, pelaku melakukan kekerasan-kekerasan dengan senjata golok kepada siapa pun yang ditemuinya,” kata Anom.Golok yang digunakan untuk menyerang warga, lanjutnya, dibawa langsung dari rumah pelaku. “(Golok) sudah kami amankan,” ucap Anom.Empat korban kini menjalani perawatan intensif dengan luka di bagian kepala, leher, tangan, dan bahu. Sementara satu korban anak dirujuk ke Cianjur karena mengalami luka yang lebih serius. “Korban sedang dalam penanganan medis dan dalam keadaan sadar. Untuk detail lukanya nanti kita informasikan,” ujarnya.Indi (61), salah satu dari 13 warga yang menjadi korban, mengingat jelas momen saat ia diserang. Ia tengah duduk santai di pos ronda bersama istrinya ketika tiba-tiba pelaku datang membawa golok.“Tiba-tiba datang langsung nebas,” kata Indi.Lokasi rumah pelaku berada tidak jauh dari pos ronda, dan warga mengenal Deni sebagai ODGJ yang sudah lama menjalani pengobatan. “Sempat berhadapan, tapi enggak sempat melawan. Langsung oleng, terus pingsan,” ujarnya.“Sudah lama gila. Goloknya katanya dari rumahnya,” tambah Indi.Baca juga: Aceh Timur Catat 1.208 ODGJ, 11 Masih dalam Kondisi DipasungNia (35) masih tampak syok saat menceritakan detik-detik dirinya menjadi korban. Ia diserang saat baru keluar dari sebuah gang.“Pas saya lagi keluar dari gang, tiba-tiba langsung ngebacok,” tuturnya.Bacokan itu mengenai bahu dan tangannya. Awalnya ia tidak merasakan sakit, tetapi darah segera mengucur deras. “Awalnya engga kerasa. Lama-lama tangan enggak bisa digerakin, darah ngucur,” kata Nia.
(prf/ega)
Kronologi ODGJ Bacok Warga di Purwakarta: 13 Korban, 5 Luka Berat
2026-01-12 06:22:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:19
| 2026-01-12 04:36
| 2026-01-12 04:03
| 2026-01-12 03:58










































