BALIKPAPAN, - Aktivitas kegempaan di Kalimantan Timur mengalami peningkatan signifikan dalam dua hingga tiga tahun terakhir.Sepanjang 2025, lebih dari 200 kejadian gempa bumi tercatat di wilayah Kalimantan, menandai tren kenaikan yang dinilai perlu diwaspadai.Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Rasmid mengatakan, lonjakan aktivitas tersebut mempertegas bahwa Kalimantan bukan wilayah yang sepenuhnya aman dari ancaman gempa bumi, sebagaimana anggapan yang selama ini berkembang di masyarakat.“Dalam dua sampai tiga tahun terakhir, aktivitas gempa di Kalimantan naik cukup signifikan, bisa dua sampai tiga kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Rasmid di Balikpapan, Selasa .Rasmid menyampaikan, hingga akhir 2025, Stasiun Geofisika Balikpapan mencatat lebih dari 200 kejadian gempa bumi di Kalimantan dengan 148 di antaranya terjadi di wilayah Kaltim.Sementara itu, jika ditarik sejak awal pencatatan pada 1915, jumlah gempa yang terjadi di Pulau Kalimantan telah mencapai sekitar 850 hingga 900 kejadian.“Kalau hanya tahun ini saja, sudah 240-250 gempa yang terekam. Secara keseluruhan sejak 1915, jumlahnya sudah mendekati 900 kali,” kata dia.Baca juga: Badul, Korwas, dan Asoka: Kisah Panjang 3 Orangutan Menuju Kebebasan di Rimba KalimantanMenurut Rasmid, peningkatan aktivitas ini menjadi sinyal penting karena gempa-gempa kecil kerap menjadi pendahulu sebelum terjadinya gempa dengan magnitudo lebih besar.“Biasanya sebelum gempa besar muncul, akan ada gempa-gempa kecil lebih dulu. Ini yang perlu kita antisipasi,” ujar dia. Ia menyebutkan, peningkatan kegempaan tersebut berkaitan erat dengan aktivitas sejumlah sesar aktif yang membentang di Kalimantan.Di wilayah utara, terdapat Sesar Tarakan dengan panjang sekitar 100 kilometer, yang berada di Tarakan sampai Pulau Bunyu dengan potensi gempa hingga magnitudo 7,0.Di bawahnya, Sesar Mangkalihat di Semenanjung Mangkalihat juga menunjukkan peningkatan aktivitas yang cukup tajam.“Aktivitas di Sesar Mangkalihat meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Rasmid.Baca juga: Kalimantan Tak Bebas Gempa, Sesar Tarakan Masih AktifSelain itu, terdapat Sesar Sangkulirang yang pada 1921 pernah memicu gempa besar dengan magnitudo 7,0 disertai tsunami setinggi 1 meter.Di Kalimantan Selatan, Sesar Meratus yang membentang sepanjang Pegunungan Meratus juga memiliki potensi gempa besar hingga magnitudo 7,0.
(prf/ega)
Aktivitas Gempa di Kalimantan Meningkat, Sejumlah Sesar Aktif Berpotensi Picu Gempa Besar
2026-01-12 06:48:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:21
| 2026-01-12 06:17
| 2026-01-12 06:17
| 2026-01-12 05:59
| 2026-01-12 05:34










































