Dapat Pembiayaan 21,2 Juta Dollar AS dari PT SMI, PLTM Sion Salurkan Listrik ke 15.000 Rumah

2026-01-12 05:26:59
Dapat Pembiayaan 21,2 Juta Dollar AS dari PT SMI, PLTM Sion Salurkan Listrik ke 15.000 Rumah
HUMBANG HASUNDUTAN, - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) telah memberikan pinjaman sebesar 21,2 juta dollar AS untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Sion di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.Adapun secara total nilai proyek PLTM Sion mencapai 30,8 juta dollar AS. Proyek yang dikelola oleh PT Citra Multi Energi ini mulai dikembangkan pada 2014 dan mulai dioperasikan pada 2020.Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI Aradita Priyanti mengatakan, dengan kapasitas 10 megawatt (MW), PLTM Sion mendistribusikan pasokan listrik melalui gardu induk PLN ke 15.000 rumah penduduk di wilayah Sumatera Utara."Tenaga listrik yang dihasilkan di sini nanti dialirkan, ada transmisinya ke gardu induk PLN dan kemudian nanti distribusi dari sana," jelasnya saat media visit di PLTM Sion, Humbang Hasundutan, Selasa . Baca juga: PT SMI Salurkan Pembiayaan Rp 120,5 Triliun untuk Bangun 120 PSN Selain menyediakan pasokan listrik yang stabil ke masyarakat sekitar, PLTM Sion juga membuka lapangan kerja lokal selama proses pembangunan dan konstruksi, serta menambah penempatan asli daerah melalui pajak. Sementara dari aspek sosial, PLTM berkontribusi meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan akses listrik yang lebih baik dan juga mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Kemudian dari sisi lingkungan, PLTM ini menghasilkan energi bersih dan terbarukan, tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca yang signifikan selama beroperasi, serta berkontribusi terhadap pengurangan jejak karbon khususnya untuk sektor ketenagalistrikan."Pada tahun 2024 PLTM ini telah menghasilkan 81 GWh energi bersih untuk mendukung kegiatan ekonomi sosial dan juga turut berkontribusi terhadap pengurangan jejak karbon yang berwawasan lingkungan," ungkapnya. Baca juga: Diminta Purbaya Salurkan Pinjaman Rp 6 Triliun ke Pemda, Ini Jawaban SMI Aradita mengungkapkan, pemberian pinjaman untuk proyek pembangkit listrik ramah lingkungan ini sebagai upaya perseroan untuk mendorong pembangunan infrastruktur hijau di Indonesia.Sejak 2018, PT SMI telah berkomitmen untuk hanya memberikan pembiayaan ke proyek-proyek infrastruktur ramah lingkungan. Perseroan menargetkan porsi portofolio hijau yang dibiayai mencapai 25-30 persen pada 2030."Jadi memang portfolio kami sendiri sih saat ini sudah sekitar 20 persen yang ada di renewable energy. Dan memang kami juga memilih proyek ini karena mendukung selain clean energy, juga mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca dan mendukung beberapa dari SDG goals yang ingin dicapai oleh Indonesia," ujarnya.Baca juga: PT SMI Tunggu Arahan Purbaya soal Pemda Pinjam Uang ke Pemerintah Pusat


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-12 05:19