- Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Pulau Sumatera, baik Aceh, Sumatera Utara, maupun Sumatera Barat, tidak hanya menjadikan manusia sebagai korban, tapi juga hewan, seperti anjing dan kucing. Ribuan anjing dan kucing ikut menjadi korban. Hewan-hewan ini harus berjibaku melawan banjir dan longsor untuk bisa selamat. Sayangnya, beberapa hewan harus mati, hewan lainnya mengalami luka-luka serta kehilangan manusianya dan rumah. Baca juga: Mengenal Belgian Malinois, Ras Anjing Polisi yang Mati Dalam Pencarian Korban Longsor di Sumatera BaratTak sedikit pula anjing dan kucing mengalami trauma akibat bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera ini. Keprihatian terhadap kondisi hewan-hewan ini menggerakkan hati Salmiati, warga Kampung Teleng, Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) untuk menyelamatkan hewan-hewan ini. Dilansir dari Antara News, Senin , Salmiati rela mengelilingi sudut-sudut kota hanya untuk mencari dan menemukan kucing yang menjadi korban banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra Barat. Hewan-hewan ini diselamatkan layaknya menolong manusia.Salmiati mengatakan hampir semua kucing yang ditemukan dalam kondisi sakit, cedera, bahkan beberapa di antaranya mengidap tumor. Selama bencana yang terjadi di Kota Padang, ibu dua anak ini sudah mengevakuasi sekitar 30 ekor kucing yang telantar akibat banjir.Salmiati menemukan kucing-kucing tersebut di pinggir jalan, rumah yang terdampak banjir, dan tanah longsor, hingga di tempat pembuangan sampah.Baca juga: 7 Arti Posisi Tidur Kucing yang Perlu Diketahui, Ada Bola dan SupermanPuluhan kucing tak bertuan itu dibawa ke sebuah selter penampungan di daerah Kampung Teleng. Tempat penampunga ini berada di lokasi agak terpencildan terbilang cukup jauh dari pusat keramaian kota.Lokasi persisnya berada pada ujung sebuah kompleks permukiman dengan jalan berbatu-batu. Bahkan, rumah terdekat warga dari selter berkisar hingga sekitar 10 meter. Lokasi yang sulit ini bukan tanpa alasan. Faktor utama Salmiati dan suami memilih lokasi adalah kenyamanan warga sekitar.Di tempat penampungan sebelumnya, ia sempat diusir warga karena merasa terganggu dengan aktivitasnya memelihara, merawat, dan menampung ratusan kucing dan anjing telantar. Baca juga: Bahaya Memberikan Makanan Kucing untuk Anjing, Stop Lakukan!Karena alasan tersebut, Salmiati memilih mencari tempat penampungan baru yang lokasinya berada lumayan jauh dari keramaian warga. Lokasi penampungan hewan yang baru ini memiliki tampilan luar seperti gudang itu. Di tempat itu, ada sekitar 130 ekor kucing, dua anak anjing, dan satu ekor anjing dewasa yang dirawat oleh Salmiati dan suami. Hewan-hewan itu tidak akan langsung bisa ditemukan ketika membuka pintu utama selter, melainkan pada pintu selanjutnya.
(prf/ega)
Kisah Salmiati Menyelamatkan Kucing-kucing Saat Banjir Bandang dan Longsor di Sumbar
2026-01-11 23:15:13
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 21:59
| 2026-01-11 21:44
| 2026-01-11 21:33
| 2026-01-11 21:24
| 2026-01-11 21:20










































