JAKARTA, - Saham emiten batu bara milik Salim dan Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), terus melesat.Pada penutupan perdagangan Rabu , harga saham BUMI ditutup di Rp 326, naik 54 poin atau 19,85 persen dibanding penutupan sebelumnya.Pergerakan intraday menunjukkan saham sempat turun ke Rp 272 lalu naik stabil dan mencapai level tertinggi harian Rp 336.Baca juga: UBS Group Kembali Lepas 769,45 Juta Saham BUMIKenaikan kuat juga terlihat dalam sepekan. Harga saham BUMI melonjak 86 poin atau 35,83 persen dari Rp 238 menjadi Rp 326.Grafik BEI memperlihatkan kenaikan bertahap sebelum akselerasi tajam ketika saham menembus kisaran Rp 260 dan mencapai puncak mingguan di sekitar Rp 330.Kapitalisasi pasar BUMI kini berada di Rp 121,06 triliun.BUMI bergerak di sektor pertambangan batu bara dan minyak bumi, mulai dari penambangan, pemrosesan, hingga pemasaran.Operasi utama perusahaan berada di Kalimantan Timur, tetapi jaringan usaha tersebar di berbagai daerah.Termasuk Dairi Prima Mineral di Sumatera Utara, Pendopo Energi Batubara di Sumatera Selatan, serta Gorontalo Minerals dan Citra Palu Minerals di Sulawesi.Perusahaan juga mengoperasikan tambang besar melalui Kaltim Prima Coal di Kalimantan Timur, Arutmin Indonesia di Kalimantan Selatan, serta aset minyak melalui Gallo Oil di Yaman.Baca juga: Saham Bumi Resources Melejit 32 Persen Usai Kuasai 100 Persen Saham Wolfram LimitedBUMI dikendalikan Mach Energy (Hongkong) Limited dengan 170 miliar saham atau 45,78 persen. Masyarakat non-warkat memiliki 110,51 miliar saham atau 29,77 persen. Pemegang saham signifikan lain antara lain:• Treasure Global Investments Limited: 30 miliar saham atau 8,08 persen• HSBC-Fund SVS A/C Chengdong Investment Corp-Self: 26,78 miliar saham atau 7,21 persen• UBS Switzerland AG-Client Assets: 14,05 miliar saham atau 3,78 persen• Glas Trust (Singapore) Ltd: 7,72 miliar saham atau 2,08 persen• UBS Switzerland AG-Client Assets (akun kedua): 4,88 miliar saham atau 1,32 persen• PT Bakrie Capital Indonesia: 4,39 miliar saham atau 1,18 persen• PT Biofuel Indo Sumatra: 1,67 miliar saham atau 0,44 persen• Long Haul Holdings Ltd: 1,27 miliar saham atau 0,34 persenAnak PerusahaanBUMI memiliki sejumlah perusahaan yang memperkuat rantai bisnis batu bara dan mineral, antara lain:• PT Arutmin Indonesia, batu bara, kepemilikan 90 persen• PT Pendopo Energi Batubara, batu bara, 84,54 persen• IndoCoal Resources (Cayman), distribusi batu bara, 70 persen• PT Kaltim Prima Coal (KPC), batu bara, 50,99 persen• PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), pertambangan mineral, 20,09 persen• PT Darma Henwa Tbk, kontraktor pertambangan, 12,44 persenPengamat pasar modal Reydi Octa melihat prospek BUMI semakin cerah. Ia menilai langkah diversifikasi perusahaan dari batu bara menuju komoditas lain seperti emas memberi sinyal strategis bagi masa depan bisnis.“Saya melihat BUMI memiliki prospek yang bagus ke depan, terutama terkait transformasi dari emiten batu bara ke ranah yang terdiversifikasi seperti emas,” ujar Reydi kepada Kompas.com.
(prf/ega)
Saham Emiten Salim dan Bakrie (BUMI) Melonjak 19,85 Persen
2026-01-12 06:32:33
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:51
| 2026-01-12 05:41
| 2026-01-12 05:39
| 2026-01-12 05:33










































