Stok Beras Kalteng Surplus, Pemprov Tetap Waspadai Dampak Kenaikan Harga Jelang Nataru

2026-01-12 07:05:55
Stok Beras Kalteng Surplus, Pemprov Tetap Waspadai Dampak Kenaikan Harga Jelang Nataru
PALANGKA RAYA, - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) mewaspadai dampak kenaikan harga pangan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.Stabilitas harga bahan pokok penting seperti beras hingga komoditas sayuran berupaya dijaga dengan sejumlah kebijakan intervensi pasar.Kepala Kantor Wilayah Badan Urusan Logistik (Bulog) Kalteng, Budi Sultika, menjelaskan, stok beras Kalteng dipastikan aman karena sudah ada 15.135 ton beras yang berada di sembilan titik gudang Bulog yang tersebar di sejumlah daerah.“Beras kita surplus, akan bertahan sampai enam bulan. Sejauh ini juga, inflasi sebagaimana pantauan kami, tidak terkait dengan beras,” beber Budi kepada wartawan usai meninjau ketersediaan beras di Gudang Bulog Kalteng, Jalan Tjilik Riwut Km 3, Palangka Raya, Selasa .Baca juga: Bulog Percepat Pengiriman Beras SPHP ke 4 Wilayah Sulit Terjangkau di PapuaBudi menjelaskan, rata-rata konsumsi beras harian masyarakat Kalteng adalah 35 ton per hari se-Kalteng.“Kalau satu bulan berarti ada sekitar 1.000 ton lebih, itu beras yang kami keluarkan setiap bulannya,” tambahnya.Dia menjelaskan bahwa pada bulan Maret 2025 beras akan kembali panen.Pihaknya kembali menyerap gabah dan beras petani lokal, sehingga stok beras Kalteng dipastikan kembali aman dalam beberapa bulan berikutnya.“Beras ini gabah dari petani lokal semua, memang ada yang dari Thailand, tapi ini stok lama, tahun 2024 kan, 2025 sudah tidak ada impor,” tuturnya.Kendati komoditas beras mengalami surplus, Pemprov Kalteng tetap berupaya menjaga stabilitas harga pangan guna mencegah dampak menurunnya daya beli masyarakat, terutama menghadapi acara besar seperti Nataru 2025/2026.Di tempat yang sama, Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuasa Elko menjelaskan, pihaknya telah melakukan kegiatan intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga, seperti melalui operasi pasar, yakni pasar murah dan pasar penyeimbang.“Kami melakukan pasar murah dan pasar penyeimbang, Pak Gubernur sudah melaksanakan kegiatan ke daerah-daerah dalam melakukan operasi pasar tersebut,” tuturnya kepada media.Menurut Yuasa, menjelang puncak Nataru, komoditas yang rentan mengalami kenaikan adalah cabai, bawang merah, cabai rawit, dan cabai keriting.Terkait komoditas beras, Yuasa menyebut, meskipun surplus, langkah intervensi pasar tetap dijalankan melalui kegiatan pasar murah tersebut.“Pak Gubernur sudah melakukan operasi pasar dalam kunjungannya ke daerah, baik berupa penjualan paket sembako hingga yang per komoditas pangan,” tandas Yuasa.


(prf/ega)