Detik-detik Penggerudukan Rumah WO Ayu Puspita di Jaktim oleh Ratusan Korban Penipuan

2026-01-11 04:04:54
Detik-detik Penggerudukan Rumah WO Ayu Puspita di Jaktim oleh Ratusan Korban Penipuan
JAKARTA, - Ratusan orang mendatangi rumah pemilik Wedding Organizer (WO) Ayu Puspita di Jakarta Timur setelah dugaan penipuan layanan pernikahan viral di media sosial.Aksi penggerudukan itu berlangsung pada Minggu malam dan memicu penanganan kepolisian lintas wilayah.Sebanyak 200 orang yang mengaku mengalami kerugian mendatangi rumah AP di Jalan Beton, Kayu Putih, Jakarta Timur.Massa menuntut pertanggungjawaban atas berbagai layanan pernikahan yang diduga tidak dipenuhi.Situasi di lokasi sempat memanas. Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal."Situasi sempat memanas karena massa menuntut pertanggungjawaban dari pihak wedding organizer," kata Alfian.Baca juga: Korban Penipuan WO Pesan Katering 1.000 Porsi, yang Datang Cuma 20 PorsiPolisi kemudian bergerak ke lokasi untuk menenangkan keadaan. Alfian menyebut langkah itu dilakukan agar situasi tidak berkembang menjadi tindakan anarkis."Saya turun langsung ke lokasi untuk melakukan mediasi dengan masyarakat. Upaya ini dilakukan guna meredam emosi massa serta mencegah terjadinya tindakan anarkis," ungkapnya.Alfian menjelaskan bahwa penanganan kasus WO Ayu Puspita berada di wilayah Polres Metro Jakarta Utara. Karena itu, terduga pelaku dibawa untuk proses pemeriksaan lanjutan."Terduga pelaku diamankan dan selanjutnya dibawa untuk dilimpahkan penanganannya ke Polres Metro Jakarta Utara sesuai laporan kasus," kata dia.Baca juga: Cerita Korban Penipuan WO di Jaktim: Malam Sebelum Akad Nikah Dikabari Tak Ada KateringKasus ini pertama kali mencuat dari unggahan seorang perias pengantin di TikTok mengenai acara pernikahan yang bermasalah di Jakarta Barat dan Jakarta Utara pada Sabtu .Salah satu korban, Tamay (26), menceritakan dugaan layanan yang tidak dipenuhi."Jadi dia ada beberapa acara hari Sabtu itu, terus ternyata bermasalah. Katering makanannya enggak datang, cuma ada dekornya," jelas Tamay.Setelah unggahan tersebut beredar, sejumlah warganet mengaku sebagai korban dan mulai saling berkomunikasi melalui grup WhatsApp.Mereka menemukan pola penawaran paket yang diduga sama dan menggiurkan dari penyedia WO tersebut.


(prf/ega)