Kenapa Hari Natal Identik dengan Pohon Cemara? Ini Asal-usulnya

2026-01-13 08:51:01
Kenapa Hari Natal Identik dengan Pohon Cemara? Ini Asal-usulnya
- Pohon Natal hampir selalu hadir dalam perayaan Natal, baik di rumah, pusat perbelanjaan, maupun ruang publik.Kehadiran pohon yang dihias lampu dan ornamen ini membuat banyak orang mengaitkan Hari Natal secara langsung dengan pohon Natal.Namun, keterkaitan tersebut terbentuk melalui proses sejarah yang panjang dan bertahap.Baca juga: Sejarah Pohon Natal, Berasal dari JermanSejarah menunjukkan bahwa tradisi pohon Natal berawal dari Eropa, khususnya wilayah Jerman.Jauh sebelum menjadi bagian dari perayaan Natal modern, masyarakat setempat telah menggunakan pohon hijau sebagai simbol kehidupan, terutama saat musim dingin.Dalam tradisi Kristen di Jerman pada Abad Pertengahan, dikenal penggunaan paradise tree. Pohon ini melambangkan Taman Eden dan biasanya dihias dengan buah apel.Paradise tree dipajang di rumah pada 24 Desember, yang saat itu diperingati sebagai hari Adam dan Hawa.Baca juga: Tradisi Malam Natal, 24 DesemberSeiring waktu, paradise tree berkembang menjadi pohon Natal. Berbagai hiasan mulai ditambahkan untuk memperkuat makna religiusnya.Pada abad ke-16, lilin mulai dipasang di pohon sebagai simbol terang, yang kemudian menjadi salah satu elemen penting dalam dekorasi pohon Natal.Perkembangan ini membuat pohon Natal semakin dikenal sebagai bagian dari perayaan Natal, tidak hanya sebagai simbol dekoratif, tetapi juga sebagai sarana pengingat makna religius.Baca juga: Sejarah Natal, Hari Raya Umat KristianiPohon cemara atau fir menjadi jenis pohon yang paling sering digunakan sebagai pohon Natal. Pohon ini termasuk evergreen, yaitu tetap hijau sepanjang musim dingin. Kondisi tersebut membuatnya dipandang sebagai simbol kehidupan dan harapan di tengah cuaca dingin dan gelap.Karakteristik ini memperkuat makna simbolis pohon Natal dan membuatnya bertahan sebagai pilihan utama hingga kini.Baca juga: Sejarah Pohon Natal dan MaknanyaTradisi pohon Natal menyebar ke Inggris melalui pengaruh budaya Jerman. Pada akhir abad ke-18, istri Raja George III yang berasal dari Jerman diketahui telah menghias pohon Natal untuk keluarganya.Namun, popularitas pohon Natal meningkat pesat pada abad ke-19.Ratu Victoria dan Pangeran Albert menjadikan pohon Natal sebagai bagian penting dari perayaan Natal keluarga kerajaan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-13 09:21