Paparkan Transmigrasi 5.0, Mentrans Ajak Pengusaha China Kembangkan Ekosistem Industri di Kawasan Transmigrasi

2026-01-12 07:03:55
Paparkan Transmigrasi 5.0, Mentrans Ajak Pengusaha China Kembangkan Ekosistem Industri di Kawasan Transmigrasi
– Transmigrasi 5.0 menjadi arah baru pembangunan kawasan transmigrasi dengan pendekatan ekosistem yang mengintegrasikan sektor industri, pendidikan, dan kesehatan. Hal ini bertujuan untuk membentuk komunitas yang produktif dan mandiri.Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan, Transmigrasi 5.0 adalah titik temu antara industri dan kemanusiaan atau disebut Transmigrasi Baru."Sebuah sistem yang membangun pusat-pusat ekonomi baru di wilayah perbatasan, lengkap dengan perumahan, industri, dan masyarakat yang terampil. Setiap permukiman baru adalah ekosistem hidup. Memiliki sekolah, klinik, dan industri lokal," tambah Menteri Iftitah.Hal tersebut disampaikan M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam pidatonya di hadapan para pejabat dan pengusaha Tiongkok di Gezhouba Meijue Hotel, China, Selasa . Beliau juga menyampaikan bahwa kolaborasi antara Indonesia dan China bukan sekadar hubungan investasi, tetapi juga pembangunan peradaban bersama,Baca juga: Tawarkan Peluang di 7 Sektor Industri, Mentrans Undang Investasi Skala Besar dari JepangDalam forum tersebut, Menteri Iftitah turut menawarkan lima keunggulan strategis Indonesia bagi investor Tiongkok, yaitu lahan siap dan bersih lebih dari 500.000 hektar di zona ekonomi transmigrasi, tenaga kerja muda dan terampil, sumber daya alam melimpah, stabilitas politik di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, dan konektivitas pelabuhan, bandara, serta koridor digital ke wilayah perbatasan.Ia menyatakan, selama beberapa dekade, transmigrasi menjadi salah satu program paling ikonik di Indonesia, memindahkan penduduk dari wilayah padat ke daerah baru."Namun kini, kami telah mendefinisikannya ulang. Transmigrasi bukan lagi tentang memindahkan orang, melainkan memindahkan potensi. Ini adalah tentang mendorong ekonomi maju,” ujar Menteri Iftitah.Sebagai tindak lanjut, Kementerian Transmigrasi akan membentuk Project Facilitation Office (PFO) sebagai sistem satu pintu untuk mempercepat perizinan dan memastikan kepastian investasi.“Kami menjamin kecepatan, integritas, dan kepastian. Tidak ada pita merah, hanya karpet merah bagi mitra yang serius,” tegas Menteri Iftitah


(prf/ega)