JAKARTA, - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan, Selasa , meski dalam jangka pendek tetap dibayangi potensi koreksi. IHSG tercatat menguat 0,42 persen ke level 8.645 pada penutupan perdagangan Senin . Penguatan tersebut juga dibarengi dengan munculnya volume pembelian yang lebih aktif, sekaligus membuat pergerakan indeks mampu ditutup di atas garis rata-rata pergerakan 20 hari (MA20). Meski demikian, Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5 dalam struktur pergerakan jangka menengah. Dengan posisi tersebut, IHSG dinilai masih rawan mengalami koreksi terlebih dahulu sebelum kembali melanjutkan tren naiknya. Ia memprediksi indeks menguji area 8,464-8,560. “Kami memperkirakan saat ini IHSG sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5 pada label hitam, sehingga selanjutnya IHSG rawan terkoreksi dahulu untuk menguji 8,464-8,560 sekaligus menutup area gap tipisnya,” ujar Herditya dalam analisa hariannya. Baca juga: IHSG Ditutup Menghijau, Naik 0,42 Persen ke Level 8.645 Di sisi lain, ia juga mengingatkan adanya skenario terburuk (worst case). Dalam skenario ini, IHSG dinilai sudah menyelesaikan wave (1) dan berpeluang mengalami koreksi yang lebih dalam hingga ke kisaran level 8.000-an. “Namun worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (1) dan akan terkoreksi cukup dalam ke area 8,000-an,” paparnya. Dari sisi teknikal, level support IHSG saat ini berada di area 8.553 dan 8.493. Sementara itu, level resistance terdekat diperkirakan berada di kisaran 8.714-8.821. Sejumlah saham pun menjadi perhatian analis untuk perdagangan hari ini, berikutnya daftarnya.Baca juga: Harapan Santa Claus Rally di Wall Street Diuji, Saham AS Masih Bergejolak Jelang Tutup TahunSaham Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) ditutup di level Rp 4.550. Secara teknikal, CPIN berada pada bagian dari wave c dari wave (y) dalam struktur wave [b]. Posisi ini mengindikasikan ruang pergerakan lanjutan masih terbuka, meski investor disarankan masuk secara bertahap saat harga melemah (buy on weakness). Saham HM Sampoerna Tbk (HMSP) ditutup di harga Rp 735. HMSP saat ini berada pada bagian dari wave v dari wave (c) dalam struktur wave [ii]. Kondisi tersebut mencerminkan fase akhir dari gelombang penguatan, sehingga strategi buy on weakness dinilai lebih tepat untuk mengantisipasi fluktuasi jangka pendek. Saham Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) ditutup di level Rp 1.205. Dari sisi teknikal, MAPI berada di awal wave [iii] dari wave C. Posisi ini biasanya menandakan potensi penguatan yang relatif lebih panjang, sehingga menarik bagi investor yang mencari peluang di tengah koreksi pasar. Disarankan buy on weakness. Adapun saham Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) ditutup di harga Rp 1.065. NCKL berada pada bagian dari wave [a] dari wave B, yang mengindikasikan fase awal pembentukan tren lanjutan. Dengan struktur tersebut, saham ini juga dinilai layak dikoleksi secara bertahap saat terjadi pelemahan harga (buy on weakness).PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) direkomendasikan trading buy setelah pergerakannya mengalami konsolidasi ringan di tengah tren naik jangka pendek. Kondisi ini membuka peluang bagi ADMR untuk kembali menguji area resistance terdekat. Rentang harga masuk direkomendasikan di area Rp 1.395 - Rp 1.415, dengan target penguatan di Rp 1.495. Sementara itu batas risiko (stop loss) disarankan ditempatkan di bawah Rp 1.350. Saham Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga masuk dalam radar trading buy. Secara teknikal, BRMS berpotensi membentuk pola wide pennant yang didukung oleh penguatan harga emas. Kondisi ini membuka peluang kelanjutan tren naik dalam jangka pendek. Area beli direkomendasikan pada kisaran Rp 1.130- Rp 1.165, dengan target pertama di Rp 1.230 dan target lanjutan di Rp 1.295. Adapun stop loss disarankan di bawah Rp 1.075. Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.
(prf/ega)
IHSG Lanjut Menguat Hari Ini? Analis Ingatkan Risiko Koreksi Jangka Pendek
2026-01-11 23:25:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 00:03
| 2026-01-11 23:36
| 2026-01-11 23:15
| 2026-01-11 23:14
| 2026-01-11 21:45










































