Dua Pelajar SMK Dikeroyok Geng Motor di Tasikmalaya, Luka Parah dan Butuh Operasi

2026-02-05 09:20:53
Dua Pelajar SMK Dikeroyok Geng Motor di Tasikmalaya, Luka Parah dan Butuh Operasi
TASIKMALAYA, - Dua pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, terluka parah di bagian kepala akibat dikeroyok segerombolan geng motor di Jalan Tamansari pada 14 Desember 2025.Kedua korban terpaksa menjalani operasi setelah diselamatkan oleh warga dan dirawat di RSUD Soekardjo selama dua hari.Kejadian pengeroyokan ini terjadi menjelang akhir tahun dan pergantian tahun baru 2025-2026, yang menunjukkan maraknya aksi teror geng motor di wilayah tersebut.Baca juga: Bawa Sajam dan Serang Polisi dengan Panah Saat Konvoi, Geng Motor di Makassar DilumpuhkanNisa Maulani (23), kakak kandung salah satu korban mengungkapkan, adik, dan temannya baru saja dioperasi karena mengalami gegar otak setelah diserang tanpa alasan yang jelas."Adik saya awalnya pamit akan menginap ke rumah temannya di daerah Tamansari. Katanya saat mau pulang usai beli rokok tengah malam, tiba-tiba dilempari batu oleh sekelompok geng motor di jalan Tamansari," jelas Nisa saat ditemui di RSUD Soekardjo, Selasa pagi.Menurut Nisa, saat kejadian, adiknya yang berboncengan dengan temannya di motor menjadi sasaran lemparan batu dari geng motor."Lemparan batu mengenai korban yang berboncengan saat melaju di jalan. Setelah tersungkur, mereka dikeroyok oleh kelompok geng motor yang mengelilingi motor korban," tambah Nisa.Baca juga: Sadisnya Geng Motor di Medan, Tikam Pencari Nasi Sisa hingga Tewas Akibat pengeroyokan tersebut, salah satu korban mengalami patah tulang di tangan, sementara yang lainnya mengalami pendarahan di kepala dan divonis mengalami gegar otak."Kalau adik saya terlempar sampai patah tulang, sempat dilempar pakai batu tapi tidak kena, sedangkan temannya yang kena batu, lalu tersungkur dan langsung dikeroyok sampai retak otak kepalanya berdasarkan hasil CT scan. Geng motor itu tidak mengenakan atribut, hanya memakai baju biasa. Keduanya dioperasi," ujar Nisa.Kepala Polsek Tamansari, Polres Tasikmalaya Kota, AKP Nuraeni, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya masih mengejar pelaku pengeroyokan."Masih dalam penyelidikan yang itu (kasus geng motor)," singkatnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-05 08:53