JAKARTA, - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebutkan, kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Barat (Jabar) terjadi akibat masalah air dan infeksi nitrit yang tinggi.Hal tersebut disampaikan Dadan saat menghadiri rapat bersama Komisi IX DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu ."Terkait kajian masalah, betul masalah lebih banyak di Jawa Barat. Garut, Cianjur, Bandung Barat, dan ditambah dengan Sleman. Nah itu, daerah endemik untuk kejadian, karena itu yang paling tinggi. Kemarin timnya Bu Waka sudah mendapatkan gambaran, bahkan bukan hanya masalah air, tapi ternyata infeksi nitrit cukup tinggi," ujar Dadan, Rabu.Baca juga: Soal Keracunan MBG Lembang, Nitrit Ditemukan di Pakcoy Tumis hingga NasiDadan menuturkan, salah satu faktor yang menyebabkan tingginya kandungan nitrit pada menu MBG adalah praktik budidaya oleh para petani.Menurut dia, petani terlalu banyak memberikan nitrogen terhadap tanaman sehingga meningkatkan kandungan nitrit pada tanaman tersebut."Dan itu mungkin disebabkan oleh praktik budidaya petani, yang terlalu banyak memberikan nitrogen, sehingga kandungan nitrit di dalam tanaman itu cukup tinggi," kata Dadan.Dadan membeberkan, kejadian seperti itu sering terjadi di Bandung Barat di mana ada tiga anak yang mengalami gangguan pencernaan hanya karena makan buah melon.Baca juga: Apa Itu Nitrit? Senyawa yang Disebut BGN Jadi Biang Keladi Keracunan Massal MBG Bandung Barat"Dan itu terjadi di daerah yang memang sering kali kejadian di Bandung Barat, itu bahkan ada tiga orang anak alami gangguan pencernaan hanya karena makan melon. Jadi ini kemungkinan ada memang kandungan nitrit di melon tersebut. Termasuk juga sayuran, jadi itu kajian kita sementara," ujar dia.Ia menyebutkan, BGN akan melakukan konsolidasi untuk mengatasi masalah keracunan MBG akibat kandungan nitrit."Kita kumpulkan seluruh mitra, seluruh Ka SPPG, ahli gizi, dan Pak Wakil Ketua DPR juga ikut hadir memberikan penjelasan, termasuk juga akan melakukan di Bandung, mungkin di daerah-daerah yang endemik kejadian ini kita akan konsolidasi," ujar Dadan.
(prf/ega)
BGN Sebut Tanaman Terlalu Banyak Diberi Nitrogen Sebabkan Keracunan MBG
2026-01-12 06:21:02
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:33
| 2026-01-12 06:08
| 2026-01-12 05:13
| 2026-01-12 04:38
| 2026-01-12 04:36










































