KSPSI: Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk Dibangun Tanpa APBN atau APBD

2026-01-12 02:11:59
KSPSI: Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk Dibangun Tanpa APBN atau APBD
NGANJUK, – Pembangunan Museum dan Rumah Singgah Pahlawan Nasional Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dipastikan tidak menggunakan dana APBN maupun APBD.Hal tersebut ditegaskan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, selepas groundbreaking Museum dan Rumah Singgah Marsinah, Sabtu sore.Gani menuturkan, pendanaan proyek tersebut bersumber dari iuran buruh, donasi pekerja, serta dukungan solidaritas komunitas buruh se-Indonesia.“Kami tegaskan, pembangunan gedung museum ini tidak menggunakan dana APBN ataupun APBD,” kata dia. “Jadi, itu dari Yayasan Pekerja SPSI, dari donasi para pekerja dari buruh, iuran, dan juga dari beberapa donatur dan tentu dukungan penuh dari Bapak Kapolri,” ucap Gani.Baca juga: KSPSI: Museum Marsinah Akan Diresmikan Presiden Prabowo pada Hari Buruh 2026Sebelum ini, kata Gani, dirinya mendapatkan banyak pertanyaan dari beberapa pihak berkaitan dengan sumber pendanaan pembangunan Museum dan Rumah Singgah Marsinah.“Kami tegaskan tidak ada dana APBN ataupun APBD. Jadi kami tidak ingin merepotkan pemerintah,” ujarnya.Menurut Gani, pembangunan Museum Marsinah ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kaum buruh di Indonesia, karena lahir dari solidaritas bersama.“Buruh sangat bersyukur mempunyai pahlawan seperti Ibu Marsinah, dan teman-teman bersedia melakukan iuran untuk melakukan pembangunan gedung tersebut,” katanya.Pembangunan museum dan rumah singgah tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, dan perwakilan keluarga almarhumah Marsinah, Marsini.Listyo Sigit menyampaikan bahwa pembangunan museum dan rumah singgah ini merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan Marsinah sebagai tokoh buruh nasional sekaligus pahlawan nasional.“Ini untuk mengenang Beliau sebagai salah satu tokoh pahlawan nasional dari buruh,” ujar dia.Baca juga: Kapolri Ziarah ke Makam Marsinah, Marsini: Terharu, Makam Adik Saya Begitu IndahMuseum dan Rumah Singgah Marsinah, lanjut Listyo Sigit, diharapkan tidak hanya menjadi tempat mengenang perjuangan buruh, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.“Harapan kita dengan dibangunnya museum ini, dengan dibangunnya rumah singgah ini, tentunya juga bisa menghidupkan munculnya pertumbuhan ekonomi baru khususnya di Desa Nglundo,” kata dia. “Karena mungkin nanti akan ada kunjungan-kunjungan dari rekan-rekan buruh dari seluruh Indonesia, dan tentunya ini juga akan menghidupkan UMKM, menghidupkan desa itu sendiri,” ucap Listyo Sigit.


(prf/ega)