SURABAYA, - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memberikan bantuan Psikososial hingga layanan kesehatan bagi korban bencana di Sumatera.Bantuan tersebut diberikan oleh tim relawan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang terdiri dari dokter, perawat, psikolog, konselor, dan ahli kebugaran saat setibanya di Posko Pengungsian Kabupaten Pidie Jaya, Aceh pada Rabu .Direktur Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategi (PPIS), Mutimmatul Faidah menjelaskan bahwa kehadiran tim Unesa disambut langsung Gubernur Aceh, Muzakir Manaf dan jajaran Forkopimda serta BPBD Aceh, guna berkoordinasi terkait bantuan dan layanan yang disiapkan agar menjangkau warga yang membutuhkan.“Dalam pertemuan dengan Gubernur Aceh dan jajarannya, kami menyampaikan bantuan yang disiapkan Unesa untuk para korban berupa logistik dan layanan kesehatan, termasuk beasiswa bagi mahasiswa asal daerah yang terdampak bencana,” kata Mutimmatul dalam siaran pers, Senin .Baca juga: Unesa Kirim 11 Relawan ke Aceh, Bantu Penanganan Kesehatan Korban BencanaKemudian, menurut dia, tim Unesa bergerak selama empat jam menuju Posko Pengungsian Pidie Jaya untuk memberikan layanan psikososial, pemeriksaan kesehatan, serta menyalurkan satu unit pick-up berisi logistik berupa sembako,dan makanan siap saji.Selain itu, terdapat paket kesehatan keluarga, obat-obatan, kebutuhan medis, perlengkapan psikososial, dan pakaian gantiuntuk warga.Mutimmatul mengatakan, bantuan tersebut diterima langsung Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pidie Jaya.Selanjutnya, tim Unesa melanjutkan perjalanan dua jam menuju Bireuen, di Posko Pengungsian Kecamatan Peusangan, dengan membawa dua unit pikap logistik.Baca juga: Kisah Una, Mahasiswi Unesa Asal Pidie Jaya Dapat Beasiswa Usai Keluarga Terdampak Bencana SumateraLebih lanjut, Mutimmatul mengungkapkan, tim relawan Unesa dibagi menjadi tiga titik tujuan, yakni tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan warga; tim psikososial bermain dan bercerita bersama anak-anak; sementara tim penguatan spiritual mengadakan sesi berbagi bersama para ibu atau orang tua.“Tim Unesa kemudian bermalam di Bireuen. Denyut kehidupan kota relatif normal karena listrik mati. Aktivitas penguatan warga di pengungsian terus kami lakukan. Sementara itu, proses penanganan di desa-desa terdampak masih terus diupayakan,” ujarnya.Dia menjelaskan bahwa kondisi para korban di sana yang sudah belasan hari di lokasi pengungsian.Menurut Mutimmatul, warga menunjukkan resiliensi yang sangat kuat terhadap bencana. Mereka bersedih, tetapi tidak rapuh.Rumah mereka terendam, sebagian hancur, dan harta benda banyak yang hilang, tetapi semangat untuk terus bertahan tidak pernah padam.“Ada harapan dan doa yang terus digenggam untuk memulai kembali dari awal. Mereka yakin bahwa mereka tidak sendiri. Dengan semangat gotong royong dan kekuatan kita semua, kita bisa bangkit dari bencana ini,” tandas Mutimmatul.Baca juga: Unesa Lelang Jersey Bertanda Tangan Shin Tae-yong untuk Korban Bencana Sumatera
(prf/ega)
Unesa Beri Bantuan Psikososial Hingga Layanan Kesehatan bagi Korban Bencana Sumatera
2026-01-12 15:37:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 16:01
| 2026-01-12 15:00
| 2026-01-12 14:51
| 2026-01-12 14:00










































