Lahan Jagung yang Diresmikan Wapres Gibran Terbengkalai, Polresta Tangerang Lakukan Evaluasi

2026-02-02 07:24:56
Lahan Jagung yang Diresmikan Wapres Gibran Terbengkalai, Polresta Tangerang Lakukan Evaluasi
TANGERANG, – Polresta Tangerang akan melakukan evaluasi terhadap ladang jagung yang terbengkalai dan ditumbuhi rumput liar di Desa Bantarpanjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten.Ladang jagung ini sebelumnya diresmikan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka untuk program Ketahanan Pangan Nasional.Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada mengatakan, evaluasi dilakukan untuk menindaklanjuti kondisi tanaman jagung yang belum menunjukkan hasil optimal.Baca juga: Diresmikan Wapres Gibran, Ladang Jagung di Tangerang Kini Terbengkalai dan Dipenuhi Rumput Liar“Program budidaya jagung ini masih berjalan dan terus kami monitor. Evaluasi teknis dilakukan sebagai dasar perbaikan agar hasil tanam berikutnya lebih optimal,” ujar Indra melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa .Menurut Indra, tidak optimalnya hasil tanam karena dipengaruhi oleh karakteristik lahan berupa tanah merah kekuningan yang minim unsur hara, lapisan top soil yang tipis, serta bercampur batuan padas.KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDIN Ladang jagung program Ketahanan Pangan di Kabupaten Tangerang, Banten ditumbuhi rumput liar, Selasa .Selain itu, curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir juga berdampak pada terjadinya erosi tanah dan hanyutnya sebagian unsur hara serta pupuk yang telah diaplikasikan.“Kondisi tersebut menjadi tantangan teknis dalam budidaya di lahan terbuka. Ini bukan indikator berhentinya atau gagalnya program,” kata dia.Sebagai bagian dari evaluasi, Polresta Tangerang telah menyiapkan sejumlah langkah perbaikan.Baca juga: Kapolresta Tangerang Bantah Ladang Jagung yang Diresmikan Gibran Gagal Panen, Sebut Sedang Tahap EvaluasiDi antaranya penataan ulang lahan dengan membagi area tanam menjadi dua blok utama, masing-masing seluas sekitar 10 hektare.Langkah lainnya yakni pembangunan sistem drainase untuk mengurangi genangan air serta meminimalkan erosi, serta pembentukan lapisan top soil melalui penambahan kompos dan tanah urugan.Selain itu, direncanakan juga pembangunan embung sebagai sarana penampungan dan pengelolaan air, serta pembangunan kandang ternak terintegrasi guna mendukung sistem pertanian terpadu.“Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan ketersediaan unsur hara, dan mendukung produktivitas tanaman pada fase tanam berikutnya,” ujar dia.KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDIN Ladang jagung program Ketahanan Pangan di Kabupaten Tangerang, Banten ditumbuhi rumput liar, Selasa .Ia menegaskan, program budidaya jagung tersebut dirancang sebagai proses jangka menengah hingga panjang dan tidak berhenti pada satu siklus tanam.Ladang jagung ini sebelumnya diresmikan oleh Wapres Gibran Rakabuming Raka untuk program Ketahanan Pangan Nasional, Oktober 2025 lalu.Penanaman jagung tersebut merupakan kerja sama antara Polda Banten dan Polresta Tangerang dengan PT MSD Corpora Internasional dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional.Baca juga: Gibran Harap Anak Muda Minat Ikut Kembangkan IKN


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-02 05:10