Pelni Bakal Pakai PMN Rp 2,5 Triliun untuk Pengadaan 3 Kapal Baru

2026-01-12 07:00:55
Pelni Bakal Pakai PMN Rp 2,5 Triliun untuk Pengadaan 3 Kapal Baru
JAKARTA, – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) akan membeli tiga kapal penumpang baru dengan kapasitas masing-masing 1.000 orang. Ketiga kapal ini dijadwalkan mulai beroperasi pada semester pertama 2029.Direktur Utama Pelni, Tri Andayani, mengatakan pembelian kapal baru ini bersifat replacement atau penggantian kapal lama dengan kapal baru, sehingga tidak menambah total kapal yang dimiliki Pelni."3 kapal ini kapasitas 1.000 pax, jadi 1.000 pax menggantikan 3 yang sebelumnya itu 2.000, 1.000, 1.000," ujar Andayani dalam konferensi pers, Rabu , dikutip dari Tribunnews.Baca juga: Libur Nataru, Pelni Sediakan 639.635 TiketAndayani menjelaskan, penyesuaian kapasitas kapal dilakukan karena Pelni akan menerapkan skema operasional hub and spoke, dengan fokus pada rute pendek yang memungkinkan frekuensi operasi lebih banyak."Kenapa? Karena memang skema yang akan kita pakai kemarin juga sudah kami diskusikan dengan pemegang saham mayoritas kami Danantara, skema yang kami gunakan nanti ke depan adalah skema operasional hub and spoke," tambahnya.Mengenai anggaran, Andayani menyampaikan biaya pembangunan satu kapal diproyeksikan mencapai Rp 1,5 triliun."Sehingga total dari 3 unit kapal replacement kami ini berkisar Rp 4,5 triliun yang Rp 1,5 triliun kan sudah kami dapatkan dari PMN 2024, kemudian yang PMN 2025 ini Rp 2,5 triliun yang Rp 500 miliar dari self-financing Pelni sendiri," jelasnya.Baca juga: PELNI Gratiskan Pengiriman Bantuan untuk Korban Banjir di Sumatera, Ini SyaratnyaSebelumnya, Komisi XI DPR RI dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyepakati pencairan Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun 2025 sebesar Rp 14,41 triliun untuk empat BUMN dan Badan Bank Tanah, pada Senin .Dari total tersebut, Pelni mendapat alokasi PMN sebesar Rp 2,5 triliun yang akan digunakan untuk pembangunan tiga kapal penumpang baru.Andayani mengatakan, proses penggunaan PMN akan dimulai dari pencairan dana, dilanjutkan dengan penyusunan desain kapal dan penetapan galangan kapal."Proses ini membutuhkan waktu sekurangnya 2 tahun. Sehingga insya Allah kalau semuanya lancar, mulai dari mendesain kapal, kemudian membangun kapal, di semester 1 2029 itu akan sudah mulai beroperasi kapal-kapal baru ini," ujarnya.Baca juga: Bantuan Bencana Sumut Bisa Dikirim Gratis lewat Pelni TanjungpinangKetiga kapal akan dibangun secara bersamaan. Namun, terkait galangan kapal yang akan mengerjakan proyek, ia menyebut masih belum menentukan negara asalnya karena proses tender belum dimulai."Kita kan belum tahu, karena kita kan nanti bidding terbuka. Jadi baik luar negeri maupun dalam negeri," tegas dia.Andayani juga memastikan rute kapal sudah ditetapkan, yaitu melayani wilayah Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) serta Nusa Tenggara Barat (NTB).


(prf/ega)