Cerita Pradana, Mahasiswa Unair yang Raih 2 Penghargaan Nasional dalam 1 Semester

2026-01-12 06:33:43
Cerita Pradana, Mahasiswa Unair yang Raih 2 Penghargaan Nasional dalam 1 Semester
- Dalam satu semester mahasiswa Universitas Airlangga (Unair), Mohammad Pradana Setyawan berhasil mencetak dua penghargaan nasional.Ia mengaku capaian ini berawal dari ketidaksengajaan. Pradana terdaftar sebagai mahasiswa di Program Studi Teknologi Radiologi Pencitraan, Fakultas Vokasi semester 3.Penghargaan yang dia terima ialah Medali Emas LIDM (Lomba Inovasi Digital Mahasiswa) dan penghargaan pada KBMK (Kompetisi Bisnis Manajemen dan Keuangan).Keduanya merupakan kompetisi bergengsi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti saintek).Baca juga: Kisah Dwiarso, Wakil Ketua Mahkamah Agung Lulus S3 Unair Dapat IPK 4,00Pradana awalnya berfokus di Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Setelah melakukan riset, ia mengetahui bahwa ada kompetisi lain dari Kemendikti saintek yang sejalan dengan minatnya.Kesempatan berkolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai fakultas mendorongnya untuk bergabung.“Prinsip saya sederhana, apa pun yang saya ambil, saya kerjakan dengan sungguh-sungguh. Jika tidak berhasil, setidaknya saya dan tim tahu bahwa kami sudah berupaya maksimal,” ujarnya, dikutip dari situs Unair, Selasa .Kata Pradana, LIDM merupakan ajang yang belum pernah dimenangkan oleh Unair sebelumnya.“Alhamdulillah, kami berhasil membawa pulang emas pertama itu,” sambung Pradana.Baginya tantangan terbesar yang dirasakan adalah manajemen waktu. Tim LIDM dan KBMK pun beranggotakan mahasiswa aktif dengan beragam kesibukan seperti bekerja, berorganisasi, serta riset.Baca juga: Sosok Fryda, Lulusan Unair yang Kini Jadi Inspektur Jenderal KemenbudUntuk mengatasinya, tim melakukan penataan jadwal ulang serta menyelaraskan kembali komitmen masing-masing.“Kami sering berdiskusi di workshop Kampus C hingga pukul 10 malam. Untuk KBMK, kami bahkan mengerjakannya sampai larut. Dua kompetisi berjalan bersamaan memang berat, tapi semuanya dimudahkan,” jelas Pradana.unair.ac.id Foto kampus Universitas Airlangga.Latar belakang sosial sempat membuatnya merasa hidup terbatas.“Dulu saya merasa kecil karena berasal dari desa dan lulusan pesantren. Tapi justru itu yang mengajarkan bahwa kesempatan terbuka bagi siapa saja yang mau belajar dan berani mencoba,” ujar Pradana.Menurut Pradana penting untuk memahami materi sejak awal perkuliahan. Dengan demikian, ia tidak perlu belajar ulang secara menyeluruh dari depan.


(prf/ega)