Kepala BNPT Ungkap Ada 112 Anak Terpapar Radikalisme Sepanjang 2025

2026-01-17 04:49:57
Kepala BNPT Ungkap Ada 112 Anak Terpapar Radikalisme Sepanjang 2025
JAKARTA, - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono, mengungkap, sebanyak 112 anak terpapar paham radikalisme sepanjang 2025.Eddy mengatakan, anak-anak tersebut berusia 10 hingga 17 tahun dan terpapar melalui media sosial maupun permainan daring (game online). Para korban tersebar di 26 provinsi di Indonesia.“Sepanjang tahun 2025, ya, aparat penegak hukum, Densus 88 sudah menangkap beberapa jaringan terorisme maupun simpatisan Ansharut Daulah yang berkiblat kepada ISIS, dan juga 112 anak yang teradikalisasi di sosial media,” kata Eddy di Hotel Pullman Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa .Baca juga: Kepala BNPT: Terorisme Indonesia Masuk Situasi Waspada TerkendaliDalam hal ini, Eddy menjelaskan bahwa proses radikalisasi terhadap anak dan remaja jauh lebih efektif setelah memanfaatkan media sosial dibandingkan dengan periode sebelum penggunaan media sosial.“Ya, dibandingkan dulu ketika proses radikalisasi secara konvensional itu membutuhkan waktu 2 sampai 5 tahun. Ya, sekarang dengan media online atau ruang digital, itu hanya butuh waktu 3 sampai 6 bulan,” ungkap dia.Ia mengungkapkan, proses tersebut diawali dari pola interaksi anak di media sosial, seperti memberikan tanda suka (like), membagikan konten (share), hingga durasi menonton (watch time).Pola keterlibatan ini kemudian dibaca oleh algoritma media sosial yang secara otomatis membentuk rekomendasi konten serupa sesuai dengan kebiasaan akses pengguna.Baca juga: Temuan BNPT 3 Tahun Terakhir: 27 Perencanaan Serangan, 230 Orang Ditangkap, dan 362 Diadili“Contohnya begini, ketika dia mengakses kejadian perang Suriah atau perang Irak. Terus, misalkan di YouTube, nanti semakin dia sering mengakses, ya, itu akan terpolakan, akan terbentuk,” jelas dia.Selain media sosial, Eddy menyebut radikalisasi juga terjadi melalui permainan daring.Ia menjelaskan bahwa game online memiliki fitur private chat dan voice chat yang kerap dimanfaatkan pelaku dengan metode yang dalam psikologi dikenal sebagai digital grooming.Tahapannya dimulai dari membangun kepercayaan, menciptakan kedekatan emosional, hingga menyamakan minat dan hobi.“Nah, ketika sudah dapat grooming-nya, maksudnya kelompoknya di situ, baru ditarik isolasi ke luar. Masuk ke dalam grup sosial media, baik itu Instagram maupun WhatsApp. Nah, di situlah baru dimainkan, namanya normalisasi perilaku,” ucap dia.Baca juga: BNPT Tegaskan Aparat Bisa Tangkap Terduga Teroris meski Bom Belum Dirakit“Artinya apa? Didoktrin. Didoktrin tentang karena ini dia kiblatnya ke ISIS, didoktrin tentang nilai-nilai ISIS. Contohnya tentang buku Buku Muqarrar Fi Tauhid. Ya, di situ diajarkan bagaimana bahwa demokrasi itu haram. Bahwa aparat itu thogut,” sambungnya.Namun sebelum sampai ke tahap eksploitasi, Eddy menyebut, aparat telah bergerak dan menjangkau korban anak ini.Menurut dia, pada fase persiapan, sebagian dari mereka bahkan telah menerima doktrin dan menunjukkan kesiapan untuk melakukan aksi penyerangan secara sukarela.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dilansir dari Kompas.com, Senin , cabang bulu tangkis kembali menegaskan statusnya sebagai lumbung medali bagi Indonesia dengan menyumbangkan dua emas di SEA Games 2025.Pada nomor tunggal putra, Alwi Farhan keluar sebagai juara setelah melewati duel sengit melawan rekan senegara, Moh Zaki Ubaidillah.Laga final yang berlangsung selama lebih dari satu jam itu harus ditentukan lewat tiga gim, dengan Alwi akhirnya memastikan kemenangan.Keberhasilan Indonesia berlanjut di sektor ganda putra.Pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani tampil solid di partai puncak dan menundukkan wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.Kemenangan dua gim langsung memastikan medali emas sekaligus memperkuat posisi Indonesia di papan klasemen.Sementara ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari menyumbang perunggu.Dari cabang wushu, Edgar Xavier Marvelo menutup kiprahnya di SEA Games dengan manis setelah meraih emas nomor taolu gabungan Chang Quan, Dao Shu, dan Gun Shu.Baca juga: Timnas U22 Indonesia Jadi Sorotan Media Vietnam Usai Gagal ke Semifinal SEA Games 2025Cabang atletik menjadi kontributor utama medali emas Indonesia pada hari pertandingan tersebut dengan total empat keping emas.Hendro Yap kembali menunjukkan konsistensinya dengan finis terdepan di nomor jalan cepat 20 kilometer putra, meninggalkan pesaing terdekatnya dari Myanmar.Dominasi Indonesia di nomor jalan cepat berlanjut lewat Violine Intan Puspita yang menjadi terbaik di sektor putri.Dari nomor maraton, Robi Syianturi tampil sebagai yang tercepat di kategori putra.Sementara itu, Odekta Elvina Naibaho kembali menegaskan reputasinya sebagai ratu maraton Asia Tenggara dengan meraih emas di nomor putri.Baca juga: Ratu Thailand Wakili Negaranya dalam SEA Games 2025, Cabor Apa?Tambahan medali emas Indonesia juga datang dari cabang skateboard nomor street.Hutomo Basral Graito tampil impresif sepanjang perlombaan dan menutup kompetisi dengan raihan skor tertinggi.Ia sukses mengungguli atlet tuan rumah serta pesaing lainnya, sekaligus melengkapi deretan emas Indonesia dari berbagai cabang olahraga di SEA Games 2025.(Sumber: Kompas.com/ Penulis: Yudha Riefwan Najib)sumber:https://sumut.antaranews.com/berita/648835/klasemen-medali-sea-games-2025-indonesia-kokoh-di-peringkat-kedua

| 2026-01-17 04:20